A. Latar Belakang Pernyataan "AKULAH"
"Akulah" (Inggris : "I AM", Yunani : "εγω ειμι - EGÔ EIMI", Ibrani : אֲנִי־הוּא - "ANI HU" , harfiah : Aku ada, Akulah Dia) Yohanes mencatat sejumlah ucapan Tuhan Yesus yang memiliki fungsi sangat penting dalam penyataan-Nya sebagai inkarnasi Allah, yakni: "Aku adalah/ Aku ada/ Akulah". Ucapan ini mempunyai pengertian ilahi, karena ungkapan "Aku adalah" digunakan Perjanjian Lama sebagai penggambaran Allah ketika Dia menyatakan diri-Nya kepada Musa, "AKU ADALAH AKU":
* Keluaran 3:14 LAI TB, Firman Allah kepada Musa: AKU ADALAH AKU Lagi firman-Nya: "Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu: AKULAH AKU telah mengutus aku kepadamu." KJV, And God said unto Moses, I AM THAT I AM: and he said, Thus shalt thou say unto the children of Israel, I AM hath sent me unto you.Septuaginta (LXX), και ειπεν ο θεος προς μωυσην εγω ειμι ο ων και ειπεν ουτως ερεις τοις υιοις ισραηλ ο ων απεσταλκεν με προς υμαςTranslit, KAI EIPEN HO THEOS PROS MÔUSÊN EGÔ EIMI HO ÔN KAI EIPEN AUTÔS EREIS TOIS HUIOIS ISRAÊL HO ÔN APESTALKEN ME PROS HUMAS
Hebrew,
וַיֹּאמֶר אֱלֹהִים אֶל־מֹשֶׁה אֶהְיֶה אֲשֶׁר אֶהְיֶה וַיֹּאמֶר כֹּה תֹאמַר לִבְנֵי יִשְׂרָאֵל אֶהְיֶה שְׁלָחַנִי אֲלֵיכֶם׃Translit interlinear, VAYO'MER {dan Dia berfirman} 'ELOHIM {Allah} 'EL-MOSYEH {kepada Musa} 'EHYEH {Aku akan ada} 'ASYER {yang} 'EHYEH {Aku akan ada} VAYO'MER {dan Dia berfirman} KOH {demikian} TO'MAR {engkau harus berkata} LIVENEY {kepada anak-anak} YISERA'EL {Israel} 'EHYEH {Aku akan ada} SYELAKHANI {mengutus aku} 'ALEYKHEM {ke atas kalian}
Melalui penyataan inilah Allah menuntun bangsa Israel keluar dari tanah Mesir menuju tanah Kanaan (lihat artikel terkait : Nama TUHAN : AKU ADALAH AKU - 'EHEYEH 'ASYER 'EHEYEH, di nama-tuhan-aku-adalah-aku-eheyeh-asyer-eheyeh-vt513.html#p971 )
Perkataan "AKULAH" (Inggris : "I AM", Yunani : "εγω ειμι - EGÔ EIMI", Ibrani : אֲנִי־הוּא - "ANI HU") senantiasa diucapkan oleh YHVH 'ELOHIM saja dan dikaitkan erat dengan ungkapan lain yang dipakai Allah untuk menyalakan diri-Nya, khususnya dengan frasa "ANI YHVH" (PB. Harner, The "I am" of the Fourth Gospel, 1970, hlm. 7,14) berkata:
* Yesaya 41:4LAI TB, Siapakah yang melakukan dan mengerjakan semuanya itu? Dia yang dari dahulu memanggil bangkit keturunan-keturunan, Aku, TUHAN, yang terdahulu, dan bagi mereka yang terkemudian Aku tetap Dia juga."KJV Who hath wrought and done it, calling the generations from the beginning? I the LORD, the first, and with the last; I am he. Hebrew
מִֽי־פָעַל וְעָשָׂה קֹרֵא הַדֹּרֹות מֵרֹאשׁ אֲנִי יְהוָה רִאשֹׁון וְאֶת־אַחֲרֹנִים אֲנִי־הֽוּא׃Translit., MI-FA'AL VE'ASAH QORE HADOROT MEROSY ANI YHVH RISYON VE'ET-AKHARONIM ANI HU'
Kita perhatikan, frase "Akulah Dia" kadang-kadang muncul dalam bentuk "Akulah TUHAH"alau "Aku tetap Dia" (misalnya dalam Yesaya 41:4, 43:10,13). Dalam Yesaya 51:12 frase ini ('Akulah, Akulah yang .. .') muncul dalam konteks yang sama dengan frase 'Akulah TUHAN Allahmu' (ayat 5) dan dalam Yesaya 46:4 "Aku tetap Dia" diikuti dengan frasa "Akulah Allah" dalam ayat 9. Dalam Yesaya 48:12 frasa ini terdapat dalam kalimat yang hampir sama dengan kaimat dalam Yesaya 41:4 yang memakai kedua frasa "Aku TUHAN" ([color=blue]ANI YHVH) dan "Aku tetap Dia" (ANI HU). Semua ini menunjukkan, bahwa Yesaya memakai frasa "Akulah Dia" sebagai bentuk singkat dari ungkapan lain, khususnya dari "Akulah YHVH". Dengan frasa singkat itu ia meringkaskan segala sesuatu yang terkandung dalam ungkapan yang lebih panjang."
Sangat mengesankan, Tuhan Yesus menyebut diri-Nya sendiri dengan suatu ungkapan dalam Kitab Yesaya yang hanya digunakan untuk Allah sendiri. Memang "εγω ειμι - EGÔ EIMI" tidak dipakai hanya oleh Yesus saja dalam Injil Yohanes (lihat ayat 9:9). Namun cara Tuhan Yesus memakai ungkapan itu begitu erat menyamakan diri-Nya dengan karya penyelamatan YHVH, bahkan dengan YHVH sendiri, sehingga "EGÔ EIMI" itu searti dengan ucapan "Aku dan Bapa adalah satu" (Yohanes 10:30). Orang Yahudi memahami bahwa dengan berkata demikian Yesus menyamakan diri-Nya dengan Allah (Yohanes 10:33), sehingga mereka hendak melempari Dia dengan batu. Reaksi ini menegaskan kepada pembaca bahwa orang Yahudi itu memahami kata-kata dalam Yohanes 8:5 dengan cara yang sama. Dalam Kitab Yesaya frasa ANI HU diucapkan TUHAN untuk menyatakan hak-Nya yang eksklusif atas umat-Nya. Karena jika ada orang yang mengutip frasa tersebut dalam konteks seperti itu dan menyebut dirinya demikian, maka orang itu menyombongkan diri secara keterlaluan. Demikianlah penilaian orang Yahudi terhadap ucapan Yesus, Tetapi dalam sudut pandangan Injil Yohanes, bukanlah Yesus yang menyamakan diri-Nya dengan Allah, melainkan sebaliknya: Firman yang pada mulanya bersama-sama dengan Allah dan adalah Allah telah menjadi manusia (sarx egeneto) :
* Yohanes 1:1, 14 1:1 LAI TB, Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
KJV, In the beginning was the Word, and the Word was with God, and the Word was God.
TR, εν αρχη ην ο λογος και ο λογος ην προς τον θεον και θεος ην ο λογος
Translit Interlinear, en {pada} arkhê {permulaan} ên {Dia adalah} ho logos {Firman itu} kai {dan} ho logos {Firman itu} ên {Dia adalah} pros {ke arah, (sehakekat melekat)} ton theon {Allah itu} kai {dan} theos {Allah} ên {(Dia adalah) adalah} ho logos {Firman itu}
1:14 LAI TB, Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.
KJV, And the Word was made flesh, and dwelt among us, (and we beheld his glory, the glory as of the only begotten of the Father,) full of grace and truth.
TR, και ο λογος σαρξ εγενετο και εσκηνωσεν εν ημιν και εθεασαμεθα την δοξαν αυτου δοξαν ως μονογενους παρα πατρος πληρης χαριτος και αληθειας
Translit Interlinear, kai {adapun} ho {itu} logos {Firman} sarx {daging} egeneto {telah menjadi} kai {dan} eskênôsen {berdiam} en {diantara} hêmin {kita,} kai {(bahkan)} etheasametha tên {kita telah melihat} doxan autou {kemuliaanNya,} doxan {kemuliaan} hôs {sebagai} monogenous {Yang Tunggal/ Yang Unik} para {dari} patros {Bapa,} plêrês {penuh} kharitos {dengan anugerah} kai {dan} alêtheias {kebenaran.}
Karena dalam Injil Yohanes, kata-kata tersebut diucapkan oleh Tuhan Yesus, maka setidaknya itu berarti bahwa jemaat penganut ajaran Yohanes memandang kata-kata itu bukan hanya sebagai pengakuan mereka saja, melainkan sebagai kebenaran mengenai jati diri Yesus Kristus. Dari segi Kristologi Yohanes, Yesus Kristus adalah unik, bukan karena apa yang Allah lakukan melalui Dia sebagai manusia, melainkan karena Ia sendiri bersifat ilahi. Yohanes 8:58 berbicara tentang kodrat ilahi Yesus yang ada sebelum Abraham ada. Perkataan PRIN ABRAAM GENESTHAI EGÔ EIMI dalam Yohanes 8:5 yang membuat orang Yahudi marah sekali dan perkataan ini masih sangat dibenci oleh orang Yahudi dan orang Islam masa kini, karena kata-kata itu menyamakan hakikat Yesus dengan hakikat Allah, Mereka menolak keras pandangan bahwa Allah menjadi manusia; seseorang menyamakan diri dengan Allah dianggap menghujat Allah.
* Yohanes 8:58 LAI TB, Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada."
KJV, Jesus said unto them, Verily, verily, I say unto you, Before Abraham was, I am.
TR, ειπεν αυτοις ο ιησους αμην αμην λεγω υμιν πριν αβρααμ γενεσθαι εγω ειμι
Translit Interlinear, eipen {berkata} autois {kepada mereka} ho iêsous {Yesus} amên {sesungguhnya} amên {sesungguhnya} legô {Aku berkata} humin {kepadamu} prin {sebelum} abraam {Abraham} genesthai {ada/ menjadi/ eksis (lahir)} egô {Aku} eimi {Ada}.
Lihat bahasan dalam artikel : YESUS ADA SEBELUM ABRAHAM, di yesus-ada-sebelum-abraham-vt624.html#p1439
Acuan kepada ANI HU dalam Kitab Yesaya menyangkut penyamaan diri Yesus dengan perkataan, karya dan hakikat Allah.
Beberapa ahli berpendapat, kata-kata ini hanya mencerminkan pengakuan iman jemaat Kristen mula-mula. Pendapat ini tidak hanya menyangkal kebenaran kata-kata itu sebagai kesaksian tentang Yesus, tetapi juga mengabaikan bahwa jemaat penganut Yohanes meyakini hakikat Yesus Kristus sama dengan Allah. Bagi penulis Injil Yohanes inkarnasi bukanlah mitos dan tidak hanya menyatakan apa yang mereka lihat tentang Allah dalam diri Yesus Kristus, Firman menjadi manusia bukan hanya suatu tafsiran tentang makna Yesus {demikianlah pendapat M Wiles, Christianity Without Incarnation, 1977, hlm 2), melainkan sungguh-sungguh makna Yesus sendiri seandainya Anak itu tidak datang dan diam di antara Manusia, maka Bapa tidak akan dinyatakan (Yohanes l: 14,18). Bagi Yohanes, Anak itu dapat menyatakan Bapa bukan hanya karena Ia ada dalam pangkuan Bapa, melainkan karena Ia adalah Firman yang pada mulanya ada bersama-sama dengan Allah. Singkatnya, Ia adalah Allah. Penyamaan Yesus dengan Allah secara hakiki (ontologis), merupakan dasar bagi pemakaian ucapan EGÔ EIMI yang dikemukakan di atas.
Penyamaan ini merupakan dasar kristologi Yohanes, Willes mengatakan, "inkarnasi tidak langsung dinyatakan dalam Alkitab". Pendapat ini salah sama sekali (bandingkan Yohanes 1:1 dan 1:14) kecuali bila yang dimaksudkan ialah bahwa inkarnasi tidak diungkapkan dalam Alkitab sebagai rumusan pengakuan gereja. Bahkan pengecualian ini juga tidak benar seluruhnya mengingat apa yang dikatakan dalam Ibrani 1:2 dan Filipi 2:6. Menurut Wiles (hlm. 4) "Injil yang keempat (yang paling mendekati ajaran ini) juga tidak menegaskan ajaran tentang inkarnasi yang diterima pada abad.-abad kemudian. Sebaliknya dalam bagian akhir Injil Yohanes, Tomas mengaku Yesus sebagai "Tuhan dan Allahku" dan Yesus Kristus menerima pengakuan itu (Yohanes 20:28).
Wiles memahami Injil Yohanes "dengan cara yang tidak historis belaka". Yang membuatnya berpendapat demikian adalah kedua pernyataan Yesus: Ia satu dengan Bapa dan Dia ada sebelum Abraham . Bagi Wiles ini berarti "implikasi-implikasi Injil Yohanes bagi ajaran Kristen mungkin berbeda sekarang dengan apa yang dipahami oleh jemaat Kristen mula-mula". Ini menandakan bahwa Wiles memahami implikasi kristologi Yohanes, yang bersifat hakiki (ontologis), bukan hanya bersifat fungsional. Dengan ucapan-ucapan EGÔ EIMI, Tuhan Yesus mengungkapkan sesuatu yang hanya boleh diungkapkan oleh Allah. Kata-kata Yesus Kristus ini bukan penyombongan diri, melainkan justru membuktikan kesamaan hakikat Yesus Kristus dan hakikat Allah. Ini didukung oleh kenyataan bahwa ucapan-ucapan Tuhan Yesus dalam Injil Yohanes sering mengambil bentuk yang mengingatkan ucapan-ucapan YHVH dalam Kitab Yesaya.
Hanya YHVH saja Allah
Frasa ANI HU mempumyai makna bahwa hanya YHVH saja Allah, kontras dengan ilah-ilah yang disembah bengsa-bangsa lain. Menurut PB Harner, The "I am" of the Fourth Gospel, 1970, hlm. 8:
Seperti yang dikemukakan di atas, ucapan-ucapan "AKULAH" dalam Injil Yohanes sengaja mengacu kepada ucapan-ucapan yang serupa dalam Kitab Yesaya. Perlu diperhatikan, Yesus Kristus bukan hanya disamakan dengan Allah, tetapi juga mengambili alih suatu frasa, yang menyisihkan ilah-ilah lain. Dalam uraian tentang Yesaya 41:4, RN Whybray, Isaiah 40-66, 1975, hlm. 61 mengemukakan:
Sama seperti ucapan-ucapan 'AKULAH DIA' dalam Kitab Yesaya, ucapan-ucapan EGÔ EIMI dalam Injil Yohanes menyatakan bahwa Allah adalah Yang satu-satunya. Ini tampak dari pernyataan Yesus dalam ucapan-ucapan "AKU ADALAH" yang diikuti dengan predikat, Yesus Kristus mengatakan Dialah Jalan satu-satunya bagi mereka yang mau datang kepada Bapa (Yohanes 14:6). Ia memakai gagasan dari Perjanjian Lama ketika Ia menyatakan diri-Nya sebagai Gembala Yang Baik dan Pokok Anggur yang Benar; tidak ada orang lain yang dapat memakai gelar-gelar itu. Semua orang yang datang sebelum Dia adalah pencuri dan perampok, tetapi Dia adalah pintu dan barang siapa yang masuk melalui Dia akan selamat (Yohanes 10:8,9). Perkataan "kamu akan mati dalam dosamu'' (Yohanes 8:24) menunjukkan hanya Tuhan Yesus yang dapat mengampuni dan pengampunan itu terjadi hanya melalui kepercayaan kepada Dia sebagai Yang sama dengan Allah.
Bahasa seperti itu dan khususnya dalam rumusannya menurut Pengakuan Iman Nicea, "berarti Allah dapat dikenal dan ditanggapi hanya melalui Yesus Kristus dan dengan demikian segala hidup keagamaam diluar kepercayaan Yahudi-Kristen berada diluar tingkupan penyelamatan oleh Allah" (J Hick, Jesus and The World Religion 1977, hlm. 174). Hick sendiri menolak teologi seperti ini, dengan alasan agama Kristen pada masa kini harus berhadapan dengan agama-agama lain.Namun Hick menganggap Injlil Yohanes ditulis di Efesus menjelang akhir abad pertama. Jika ini benar, maka Injil Yohanes ditujukan kepada jemaat yang sudah biasa berhadapan dengan agama-agama lain dalam situasi yang hampir sama dengan masa kini Yohanes tidak memandang Kristus sebagai semacam ilah yang mengambil alih kedudukan ilah-ilah lain di Efesus dan Asia Kecil, sehingga seperti yang dikatakan Hick dalam bukunya:
YHVH sebagai Tuhan sejarah
Frasa ANI HU menggambarkan YHVH sebagai Tuhan atas sejarah, karena itu merupakan seruan untuk percaya kepada Dia sebagai penebus Israel (bandingkan PB. Harner, The "I am" of the Fourth Gospel, 1970, hlm. 9, 13) berkata:
Gambaran Yohanes tentang Yesus langsung bertolak belakang dengan pandangan Hick. Menurut Yohanes ,Yesus terlebih dahulu menyatakan diri-Nya sama dengan Allah, baru kemudian Dia disembah sebagai Allah, bukan sebaliknya. Yohanes tidak mengatakan bahwa Yesus Kristus hanya diakui atau disembah sama dengan Allah melainkan Yesus Kristus sendiri yang menyamakan diri-Nya dengan Allah. Justru ungkapan inilah yang menimbulkan perlawanan dari para pendengar-Nya (Yohanes 8: 59; 10: 31- 33). Ungkapan ini juga yang menyebabkan Hick dan Wiles menganjurkan agar Injil Yohanes tidak dianggap bersifat sejarah.
Menurut mereka Injil Yohanes hendaknya dipandang sebagai tulisan orang Kristen pada kemudian hari, yang tidak memuat catatan historis tentang kata-kata Yesus. Dengan demikian, mereka berharap Kristianitas tidak lagi akan menafsirkan inkarnasi secara harfiah (Hick, 1977, hlm. 1 ). Jelaslah kata-kata yang merupakan batu sandungan untuk para pendengar Yesus Kristus, masih menjadi batu sandungan bagi para penganut pluralisme agama yang membaca Injil Yohanes pada saat ini. Bedanya para penganut pluralisme agama tidak ingin mengecam Yesus "historis" yang menyebut diri-Nya seperti itu; mereka justru mengecam gereja dan menganggapnya terlalu sombong karena menyamakan Yesus Kristus dengan Allah Israel yanlg satu-satunya itu. Pada masa kini, sekali lagi Yesus Kristus yang dilukiskan dalam Injil Yohanes itu harus "menghilang dan meninggalkan Bait Allah" (Yohanes 8:59).
Sekalipun demikian, selama ada pengikut-pengikut Yesus dalam dunia, pastilah Ia tetap menjadi Terang Dunia (Yohanes 9:5). Yesus Kristus yang digambarkan Yohanes akan terus menjawab kebutuhan mereka. yang buta sejak lahir sekalipun mungkin saja mereka juga akan dikucilkan, sebab sudah diputuskan bahwa mereka yang mengaku Yesus sebagai Mesias (Kristus) akan dikucilkan (Yohanes 9:22).
Dalam artikel ini, akan dibahas kata-kata yang menyertai ucapan "εγω ειμι - EGÔ EIMI" dalam Injil Yohanes yang mengacu pada latar belakangnya dalam Perjanjian Lama (salah satunya dalam Kitab Yesaya). Yesaya memberi latar belakang utama dari ucapan "εγω ειμι - EGÔ EIMi" dalam Injil Yohanes. Bukan hanya kata-kata dari rumusan itu yang mengarahkan perhatian pembaca kepada Kitab Yesaya, melainkan juga perumusannya. Perhatikan struktur dua ayat berikut ini yang maknanya mungkin lebih dari sekedar mengatakan bahwa Yesus adalah Kristus.
* Yesaya 52:6 LAI TB, Sebab itu umat-Ku akan mengenal nama-Ku dan pada waktu itu mereka akan mengerti bahwa Akulah Dia yang berbicara, ya Aku!" KJV, Therefore my people shall know my name: therefore they shall know in that day that I am he that doth speak: behold, it is I. Hebrew,
לָכֵן יֵדַע עַמִּי שְׁמִי לָכֵן בַּיֹּום הַהוּא כִּֽי־אֲנִי־הוּא הַֽמְדַבֵּר הִנֵּֽנִי׃Translit. interlinear, LAKEN {oleh karena itu} YEDA {akan mengenal} AMI {umat-Ku} SYEMI {nama-Ku} LAKEN {oleh karena itu} BAYOM {pada hari} HAHU {itu} KI- ANI HU, {sebab AKU-lah DIA} HAMEDABER {yang berbicara} HINENI {lihatlah} Septuaginta (LXX), δια τουτο γνωσεται ο λαος μου το ονομα μου εν τη ημερα εκεινη οτι εγω ειμι αυτος ο λαλων παρειμιTranslit. interlinear, dia {oleh} touto {itu} gnôsetai {akan mengenal} ho laos {umat} mou {-Ku} to onoma {nama} mou {-Ku} en {pada} tê hêmera {hari} ekeinê {itu} hoti {bahwa} egô {AKU} eimi {ADA} autos {Dia} ho {yang} lalôn {berbicara} pareimi {lihatlah}
Dengan menyatakan Akulah Dia ("EGÔ EIMI"), Yesus Kristus mengucapkan kata-kata YHVH yang akan digenapi pada waktu Ia datang kelak untuk menebus umatNya:
* Yohanes 4:26 LAI TB, Kata Yesus kepadanya: "Akulah Dia, yang sedang berkata-kata dengan engkau." KJV, Jesus saith unto her, I that speak unto thee am he. OJBC, Yehoshua says to her, "ANI HU , the one speaking to you. TR λεγει αυτη ο ιησους εγω ειμι ο λαλων σοιTranslit Interlinear, legei {berkata} autê {kepadanya} ho iêsous {Yesus} egô {AKU} eimi {ADA} ho {yang} lalôn {berbicara} soi {denganmu}
B. Makna Pernyataan "AKULAH"
Dalam setiap pernyataan, "AKULAH" tercermin peran-peran tertentu dari Tuhan kita Yesus Kristus dalam hal mengasihi, menguatkan, menyinari, memelihara, memberi hidup, atau membimbing. Pernyataan "Akulah" menampilkan aspek paling penting dari pelayanan pribadi Tuhan Yesus, yang sifatnya meniadakan semua cara-cara lain, karena berita yang disampaikan oleh Tuhan Yesus adalah diri-Nya sendiri, artinya Dia sendiri adalah Injil itu. Tuhan Yesus memindahkan tekanan "kami" sebagai komunitas Yahudi kepada "Aku", sebuah perpindahan dari Taurat ke Yesus sendiri sebagai otoritas sentral.
Dalam sejarah umat manusia yang tercatat dalam Alkitab tidak pemah ada seorang pun yang lahir di dunia ini yang memiliki perhatian demikian besar terhadap keselamatan umat manusia kecuali Yesus, Dia layak digelari Gembala yang baik, karena sepanjang pelayanan-Nva di dunia ini, Dia memikirkan kehidupan domba-domba-Nya lebih dari siapa pun. Dia membangkitkan pengharapan orang-orang yang terpinggirkan. Dia memberikan jalan kelepasan ketika manusia menemukan lorong buntu dalam perjalanan hidup. Kegigihan-Nya tiada tara untuk menuntun domba-damba-Nya supaya tidak tersesat. Puncaknya ketika dengan sukarela Dia menyerahkan nyawa-Nya sendiri sebagai tebusan bagi domba-domba-Nya agar luput dari penghukuman. Kata εγω ειμι - EGÔ EIMI dalam pandangan orang Yahudi sebagaimana dalam bahasan di atas adalah kata yang hanya pantas diucapkan oleh YHVH saja.
* Yesaya 43:11
LAI TB, Aku, Akulah TUHAN (YHVH) dan tidak ada juruselamat selain dari pada-Ku.
KJV, I, even I, am the LORD (YHVH); and beside me there is no saviour.
Hebrew,
אָנֹכִי אָנֹכִי יְהוָה וְאֵין מִבַּלְעָדַי מֹושִֽׁיעַ׃Translit, 'ANOKHI 'ANOKHI YEHOVAH (baca 'Adonay) VE'EIN MIBAL'ADAI MOSYIA'
Tidak ada Juruselamat lain kecuali YHVH!, dan YHVH itu telah datang ke dunia, Dia adalah Tuhan Yesus Kristus. Dia datang tidak hanya sekadar memberikan roti, tetapi dia sendiri adalah roti itu. Dia datang tidak hanya sekadar memberi air, tetapi Dia sendirilah air itu, Dia datang tidak hanya sekadar memberikan terang, tetapi Dia sendiri terang itu, Dia datang tidak hanya sekadar menunjuk pintu, tetapi Dia sendirilah pintu itu. Dia datang tidak hanya sekadar menunjuk jalan, tetapi Dia sendirilah jalan itu, Dia datang tidak sekadar memberi tahu kebenaran, tetapi Dia sendirilah kebenaran itu. Amin.
C. Seri 7 "AKULAH" dalam Injil Yohanes
Pada Perjanjian Baru, berkali-kali Tuhan Yesus menggunakan bentuk "Akulah" untuk menyatakan siapa diri-Nya dan untuk apa Dia datang. Ucapan-ucapan ini meliputi pemakaian kata-kata kiasan yang bermakna sangat luas dan mengandung makna universal. Pernyataan ini juga sekaligus menunjukkan keilahian Yesus yang berkuasa atas seluruh ciptaan. Seri 7 "AKULAH" yang diucapkan oleh Yesus dalam Injil Yohanes. Dalam seri 7 "AKULAH" ini kata-kata "AKULAH" diikuti dengan suatu penggambaran tentang Yesus, misalnya sebagai 'roti hidup', 'terang dunia', dsb. Seri 7 "AKULAH" itu adalah:
1. Akulah Roti Hidup
2. Akulah Terang Dunia
Pernyataan "Akulah terang dunia" (Yohanes 8:12; 9:5) dengan tegas mencerminkan misi Yesus yang mendunia (universal). Ia tidak hanya menjadi terang bagi bangsa Israel atau sekelompok kaum tertentu, melainkan terang bagi segenap umat manusia yang percaya, Ia datang untuk mencerahkan dunia ini dari kuasa-kuasa kegelapan rohani dan menerangi hati setiap orang supava berjalan di dalam terang surgawi
* Yohanes 8:12LAI TB, Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: "Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup."KJV, Then spake Jesus again unto them, saying, I am the light of the world: he that followeth me shall not walk in darkness, but shall have the light of life.TR, παλιν ουν ο ιησους αυτοις ελαλησεν λεγων εγω ειμι το φως του κοσμου ο ακολουθων εμοι ου μη περιπατησει εν τη σκοτια αλλ εξει το φως της ζωηςTranslit Interlinear, palin {pula} oun {lalu} ho iêsous {Yesus} hautois {kepada mereka} elalêsen {mengatakan} legôn {berkata} egô eimi {Akulah} to phôs {Terang} tou kosmou {(manusia di) dunia} ho {orang yang} akolouthôn {mengikuti} emoi {Aku} ou mê {pasti tidak} peripatêsei {akan berjalan} en {di dalam} tê skotia {kegelapan} all {melainkan} exei {ia akan mempunyai} to phôs {terang} tês zôês {yang memberi hidup (kekal)}
Dengan menvatakan bahwa diri-Nya adalah Terang dunia, Yesus tidak hanya sekadar mengingatkan para pengikut-Nya tentang awan dan tiang api di atas kemah yang menuntun perjalanan nenek movang mereka ketika mengembara di padang gurun, Namun, lebih dari itu siapa saja yang mengikuti Terang tersebut pasti tidak akan berjalan di dalarn kegelapan sehingga tersesat dan hilang, Ibarat mercusuar yang menuntun perjalanan kapal supaya tidak tersesat menabrak karang, seperti itulah terang yang dibawa oleh Yesus untuk menuntun seseorang ke jalan yang benar.
Kegelapan yang menyelubungi orang-orang yang tidak percaya menyebabkannya gagal mendapatkan "Terang" itu, yakni Yesus Kristus, Maknanya, orang-orang yang masih hidup dalam kegelapan rohani, tidak akan pernah dapat memahami siapa Yesus, Tetapi betapa pun pekatnya kegelapan yang menguasai hati orang-orang yang beluru percaya, Tuhan Yesus datang membawa terang dan menyatakan diri-Nya sebagai pusat terang, yang akan mengalahkan kegelapan dunia ini.
Artikel terkait :
Pesan Natal : Yesus Terang Dunia, di pesan-natal-yesus-terang-dunia-vt1724.html
3. Akulah Pintu
Yohanes 10:9
LAI TB, Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput.KJV, I am the door: by me if any man enter in, he shall be saved, and shall go in and out, and find pasture. TR, εγω ειμι η θυρα δι εμου εαν τις εισελθη σωθησεται και εισελευσεται και εξελευσεται και νομην ευρησειTranslit Interlinear, egô {Aku} eimi {Adalah} hê thura {pintu} di {melalui} emou {Aku} ean {jikalau} tis {ada orang} eiselthê {masuk} sôthêsetai {ia diselamatkan} kai {lalu} eiseleusetai {ia akan masuk} kai {dan} exeleusetai {ia akan keluar} kai {dan} nomên {padang rumput} heurêsei {ia akan menemukan}
Pernyataan Yesus: "Akulah pintu", menempatkan-Nya pada posisi strategis terhadap domba-damba-Nya. Sebagai "pintu", Tuhan Yesus merupakan jalan keluar-masuk bagi domba-domba ke kandangnya, sehingga hanya domba-domba vang dikenal saja vang berhak dan boleh masuk melalui pintu itu, Begitu pula halnya, bahwa hanya gembala yang dikenal saja yang dapat masuk melalui pintu itu, Oleh karena itu, Yesus menegaskan: "Sesungguhnya siapa yang masuk ke dalam kandang domba dengan tidak melalui pintu, tetapi dengan memanjat tembok, ia adalah seorang pencuri dan seorang perampok" (Yohanes 10:1),
Apa yang dimaksud dengan pintu oleh Tuhan Yesus pastilah pintu Kerajaan Sorga, dan Tuhan Yesus adalah satu-satunya pintu menuju ke sema. Baik domba-domba maupun para gembala yang sejati haruslah masuk melalui pintu itu. Melalui ilustrasi ini Yesus mengatakan bahwa setiap orang yang masuk melalui Dia pastilah selamat, dan mempunyai hidup dalam segala kelimpahan (Yohanes 10:10). Inti dari kesaksian Yesus ini menyatakan bahwa Dialah "satu-satunya" pintu (bandingkan Kisah 4:12). Masuk melalui pintu lain berarti menuju kebinasaan kekal.
Artikel terkait :
YESUS KRISTUS, GEMBALA YANG BAIK, di yesus-kristus-gembala-yang-baik-vt2320.html
Jalan Masuk/ Akses masuk / Prosagôgê, di jalan-jalan-tuhan-vt2967.html#p16752
AKULAH JALAN DAN KEBENARAN DAN HIDUP, di akulah-jalan-dan-kebenaran-dan-hidup-vt221.html#p467
4. Akulah Gembala yang Baik
Yohanes 10:11
LAI TB, Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanyaKJV, I am the good shepherd: the good shepherd giveth his life for the sheep.TR, εγω ειμι ο ποιμην ο καλος ο ποιμην ο καλος την ψυχην αυτου τιθησιν υπερ των προβατων Translit interlinear, egô {Aku} eimi {Adalah} ho poimên {Gembala} ho {yang} kalos {Naik} ho poimên {Gembala} ho {yang} kalos {baik} tên psukhên {nyawa} autou {-Nya} tithêsin {menyerahkan} huper {bagi} tôn probatôn {domba-domba}
Tuhan Yesus menyatakan, bahwa Dialah gembala yang baik. Seorang gembala yang baik, setiap saat rela mengorbankan nyawanya demi domba-domba yang digcmbalakaunya. Sedangkan gembala upahan akan lari menyelamatkan diri jika bahaya datang mengancam domba-dombanya. Ini mengingatkan pengikutnya akan ucapan Allah melalui Nabi Yehezkiel: "Aku sendiri akan menggembalakan domba-domba-Ku dan akan membiarkan mereka berbaring. Yang hilang akan Kucari, yang tersesat akan Kubawa pulang, yang luka akan Kubalut, yang sakit akan Kukuatkan, serta yang gemuk dan yang kuat akan Kulindungi; Aku akan menggembalakan mereka sebagaimana seharusnya" (Yehezkiel 34:15-16).
Sebagai gembala yang baik, Yesus telah menunjukkan kesetiaan, kasih sayang, kelemahlembutan, perhatian, kewaspadaan, serta tanggung jawab yang tiada tara dalam memelihara dan mengayomi domba-domba-Nya. Yesus membuktikan kesetiaan dan tanggung jawab-Nya yang tak terbatas tersebut dengan "memberikan nyawa-Nya bagi domba-damba-Nya" (Yohanes 10:11). Kematian-Nya di kayu salib adalah untuk menyelamatkan domba-domba-Nya supaya terhindar dari hukuman maut (Matius 20:28).
Pada bagian ini pun segera terlihat peran Yesus sebagai gembala yang universal. Karena selain diutus untuk menggembalakan dan menyelamatkan "domba-domba yang hilang dari umat Israel" (Matius 15:24; ketika Yesus berbicara dalam konteks penyelamatan Israel yang mendesak karena waktunya yang sangat singkat), ternyata Yesus juga mencari dan menggembalakan domba-domba yang berasal dari kandang lain untuk dijadikan satu kawanan dengan domba-domba kepunyaan-Nya :
* Yohanes 10:16LAI TB, Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala.KJV, And other sheep I have, which are not of this fold: them also I must bring, and they shall hear my voice; and there shall be one fold, and one shepherd. TR, και αλλα προβατα εχω α ουκ εστιν εκ της αυλης ταυτης κακεινα με δει αγαγειν και της φωνης μου ακουσουσιν και γενησεται μια ποιμνη εις ποιμηνTranslit interlinear, kai {dan} alla {lain} probata {domba-domba} ekhô {Aku mempunyai} ha {yang} ouk {bukan} estin {adalah} ek {keluar/ berasal} tês aulês {kandang} tautês {ini} kakeina {itu juga} me {Aku} dei {juga} agagein {menuntun} kai {dan} tês phônês {suara} mou {-Ku} akousousin {mereka akan mengikut} kai {dan} genêsetai {mereka akan menjadi} mia {satu} poimnê {kawanan domba-domba} heis {satu} poimên {gembala}
Tuhan Yesus, sebagai Gembala yang Baik, mempunyai domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini. Dalam ayat 1-5 gembala memanggil domba keluar dari kandang. Tampaknya kandang itu merujuk pada umat Israel. Selain kandang itu, ada kandang lain, dan di kandang itu Tuhan Yesus mempunyai domba-domba (non Israel), yang harus Dia tuntun keluar.
Sama dengan domba dari kandang Israel, mereka mendengarkan suara-Nya. Dari segi hubungannya dengan Tuhan Yesus, tidak ada perbedaan. Dari segi status dalam jemaat, tidak boleh dibedakan, Yahudi atau bukan Yahudi. Kesatuan ini ditekankan dengan pernyataan, mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala. Kesatuan jemaat juga ditekankan dalam 1 Korintus 12; 2 Korintus 5:14-21; Galatia 3:28; Efesus 2:11-22; dan 4:3-6. Lihat juga Yohanes 11:51-52.
5. Akulah Kebangkitan dan Hidup
* Yohanes 11:25LAI TB, Jawab Yesus: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati,KJV, Jesus said unto her, I am the resurrection, and the life: he that believeth in me, though he were dead, yet shall he live: TR, ειπεν αυτη ο ιησους εγω ειμι η αναστασις και η ζωη ο πιστευων εις εμε καν αποθανη ζησεταιTranslit interlinear, eipen {berkata} autê {kepadanya} ho iêsous {Yesus} egô {Aku} eimi {adalah} hê anastasis {kebangkitan} kai {dan} [b]ê zôê {hidup} ho pisteuôn {orang yang percaya} eis {kepada} eme {-Ku} kan {bahkan jika} apothanê {ia sudah mati} zêsetai {akan hidup}
Tema "Akulah kebangkitan dan hidup" menyatakan bahwa Tuhan Yesus adalah kebangkitan itu sendiri, sehingga setiap orang hidup dan percaya kepada-Nya, tidak akan mengalami kematian kekal. Yesus membuktikan ucapan-Nya dengan membangkitkan saudara laki-laki Marta, yakni Lazarus, dari kematian. Ketika Tuhan Yesus mengatakan kepada Marta: "Saudaramu akan bangkit" (Yohanes 11:23), Marta tidak memahami arti perkataan ini. Ia bahkan menanggapinya hanya sebagai ucapan penghiburan dari Tuhan Yesus saja, sehingga ia mengantisipasinya dengan kebangkitan akhir zaman.
Oleh karena itu dengan kecewa yang mendalam Marta menjawab perintah Yesus: "Aku tahu bahwa ia akan bangkit pada waktu orang-orang bangkit pada akhir zaman" (Yohanes 11:24). Bahkan Marta tampaknya seakan-akan meragukan dan membatasi kekuasaan Yesus ketika Dia memerintahkan: "Angkat batu itu" (Yohanes 11:39) yang dijawab oleh Marta: "Tuhan ia sudah berbau, sebab sudah empat hari mati" (Yohanes 11:39). Yesus mengerti perasaan kecewa Marta karena emosinya yang terganggu. Untuk menghapus kekecewaannya, Yesus memberikan jaminan dengan mengatakan: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati" (Yohanes 11:25).
Penegasan dari Tuhan Yesus ini membebaskan Marta dari jalan pikirannya yang keliru dan membawanya pada satu keyakinan, bahwa Tuhan Yesus adalah Mesias, anak Allah yang layak dipercaya (Yohanes 11:27). Hal ini juga mengandung pengertian bahwa bagi setiap orang yang percaya kepada Tuhan Yesus, kematian jasmaniah bukanlah merupakan akhir perjalanan hidup yang mengerikan, melainkan merupakan jalan untuk meneruskan hidup kekal dalam persekutuan dengan Allah.
Dengan membangkitkan Lazarus dari kematiannya, Tuhan Yesus membuktikan bahwa Dia berkuasa atas kematian, baik jasmani maupun rohani. Percaya kepada Tuhan Yesus, berarti hidup atas kematian, sebagaimana dikatakan-Nya: "Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati" (Yohanes 11:25). Perkataan ini bermakna tidak hanya berkaitan dengan hidup masa kini (sekarang) tetapi juga kehidupan yang akan datang (sesudah kematian).
6. Akulah Jalan dan Kebenaran dan Hidup
* Yohanes 14:6
LAI TB, Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku."
KJV, Jesus saith unto him, I am the way, the truth, and the life: no man cometh unto the Father, but by me.
TR, λεγει αυτω ο ιησους εγω ειμι η οδος και η αληθεια και η ζωη ουδεις ερχεται προς τον πατερα ει μη δι εμου
Translit Interlinear, legei {berkata} autô {kepadanya} ho iêsous {Yesus} egô {Aku} eimi {adalah} hê hodos {jalan} kai {dan} hê alêtheia {kebenaran} kai {dan} hê zôê {hidup} oudeis {tidak seorangpun} erkhetai {datang} pros {kepada} ton patera {Bapa} ei {jika} mê {tidak} di {melalui} emou {Aku}
Dalam perkataan ini terdapat tiga unsur penting yang diucapkan Tuhan Yesus, yakni "Jalan, Kebenaran, dan Hidup", dan Tuhan Yesus adalah pusat dari ketiga unsur tersebut. Jalan yang dimaksud Yesus dalam hal ini adalah sarana menuju kepada hidup yang kekal, dan diri-Nya adalah sarana itu. Kebenaran adalah Tuhan Yesus sendiri, Dia ukuran kebenaran karena tidak ada dan tidak mungkin ada kebenaran di luar diri-Nya. Hidup menyangkut kekekalan, karena setelah berlalunya kehidupan yang sekarang, akan ada kehidupan lain yang jauh lebih penting, yakni hidup kekal bersama Tuhan Yesus.
Ketika Tuhan Yesus tahu bahwa waktu-Nya telah hampir tiba, maka sebelum meninggalkan murid-murid-Nya, Dia berpesan supaya mereka saling mengasihi. Dia menenangkan hati para murid-Nya agar tidak sedih dan gelisah. Untuk menanggapi kesedihan mereka, Tuhan Yesus menekankan perlunya iman. Yesus mengatakan bahwa Ia pergi untuk mempersiapkan tempat bagi mereka dan akan segera kembali untuk menjemput mereka. Perkataan-Nya bahwa "di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal" (Yohanes 14:2) tidaklah berarti jumlah atau kapasitas, melainkan siapa pun yang percaya boleh tinggal di sana.
Menjawab ketidaktahuan dan kecemasan Tomas (Yohanes 14:5), Tuhan Yesus memberi jaminan, hanya Dialah "satu-satunya" jalan untuk datang kepada Bapa, tidak ada jalan lain, karena setelah itu Dia melanjutkan: "Tidak seorang pun datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku" (Yohanes 14:6). Jawaban Yesus mengungkapkan bahwa pengharapan iman kristiani bukanlah suatu metode atau prosedur atau sistem, melainkan seorang pribadi, dan pribadi itu adalah Yesus sendiri. Melalui dan di dalam Yesus, seseorang datang kepada Bapa, mengetahui Bapa, dan melihat Bapa.
7. Akulah Pokok Anggur yang Benar
* Yohanes 15:1
LAI TB, " Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya.
KJV, I am the true vine, and my Father is the husbandman. NASB : "I am the true vine, and My Father is the vinedresser.
TR, εγω ειμι η αμπελος η αληθινη και ο πατηρ μου ο γεωργος εστιν
Translit Interlinear, egô {Aku} eimi {adalah} hê ampelos {pohon anggur} hê alêthinê {yang benar} kai {dan} ho patêr {Bapa} mou {-Ku} ho geôrgos {pemangkas pohon anggur/ petani anggur} estin {adalah}
Dalam kiasan "Akulah pokok anggur yang benar", gagasan "tinggal" diungkapkan dalam bentuk kesatuan yang tidak dapat dipisahkan, "Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu" (Yohanes 15:4). Pasti, Tuhan Yesus tidak sedang mengajarkan tentang bagaimana cara menanam anggur, melainkan penegasan bahwa Dialah satu-satunya pokok anggur yang menghasilkan buah kebenaran. Tuhan Yesus berani mengatakan hal itu karena memang Dia sendiri adalah kebenaran itu (Yohanes 14:6).
Pesan yang disampaikan oleh perumpamaan ini adalah tentang pentingnya kesatuan dcngan Tuhan Yesus sebagai pokok yang memberi kehidupan. Sebab hanya dengan tetap berpaut kepada-Nya, sebagai sumber kehidupan yang benar, manusia sebagai ranting dapat menghasilkan buah kebenaran. Sedangkan apabila ranting terlepas dari pokoknya, maka ia akan mengering dan mati sehingga harus dipotong dan dibakar.
Dengan cara ini Tuhan Yesus menjelaskan kedudukan-Nya yang sentral dalam kehidupan umat-Nya secara terus-menerus. Melenceng ke pokok yang lain hanya akan menghasilkan buah kebinasaan. Lebih jauh Yesus mengatakan. bahwa mereka yang tinggal di dalam Dia boleh meminta apa saja yang mereka kehendaki, dan itu akan terjadi (Yohanes 15:7). Pernyataan ini hanya dapat dipahami jika pikiran Tuhan Yesus melebur ke dalam hati orang yang mendengarnya.
To Be Continued....
"Akulah" (Inggris : "I AM", Yunani : "εγω ειμι - EGÔ EIMI", Ibrani : אֲנִי־הוּא - "ANI HU" , harfiah : Aku ada, Akulah Dia) Yohanes mencatat sejumlah ucapan Tuhan Yesus yang memiliki fungsi sangat penting dalam penyataan-Nya sebagai inkarnasi Allah, yakni: "Aku adalah/ Aku ada/ Akulah". Ucapan ini mempunyai pengertian ilahi, karena ungkapan "Aku adalah" digunakan Perjanjian Lama sebagai penggambaran Allah ketika Dia menyatakan diri-Nya kepada Musa, "AKU ADALAH AKU":
* Keluaran 3:14 LAI TB, Firman Allah kepada Musa: AKU ADALAH AKU Lagi firman-Nya: "Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu: AKULAH AKU telah mengutus aku kepadamu." KJV, And God said unto Moses, I AM THAT I AM: and he said, Thus shalt thou say unto the children of Israel, I AM hath sent me unto you.Septuaginta (LXX), και ειπεν ο θεος προς μωυσην εγω ειμι ο ων και ειπεν ουτως ερεις τοις υιοις ισραηλ ο ων απεσταλκεν με προς υμαςTranslit, KAI EIPEN HO THEOS PROS MÔUSÊN EGÔ EIMI HO ÔN KAI EIPEN AUTÔS EREIS TOIS HUIOIS ISRAÊL HO ÔN APESTALKEN ME PROS HUMAS
Hebrew,
וַיֹּאמֶר אֱלֹהִים אֶל־מֹשֶׁה אֶהְיֶה אֲשֶׁר אֶהְיֶה וַיֹּאמֶר כֹּה תֹאמַר לִבְנֵי יִשְׂרָאֵל אֶהְיֶה שְׁלָחַנִי אֲלֵיכֶם׃Translit interlinear, VAYO'MER {dan Dia berfirman} 'ELOHIM {Allah} 'EL-MOSYEH {kepada Musa} 'EHYEH {Aku akan ada} 'ASYER {yang} 'EHYEH {Aku akan ada} VAYO'MER {dan Dia berfirman} KOH {demikian} TO'MAR {engkau harus berkata} LIVENEY {kepada anak-anak} YISERA'EL {Israel} 'EHYEH {Aku akan ada} SYELAKHANI {mengutus aku} 'ALEYKHEM {ke atas kalian}
Melalui penyataan inilah Allah menuntun bangsa Israel keluar dari tanah Mesir menuju tanah Kanaan (lihat artikel terkait : Nama TUHAN : AKU ADALAH AKU - 'EHEYEH 'ASYER 'EHEYEH, di nama-tuhan-aku-adalah-aku-eheyeh-asyer-eheyeh-vt513.html#p971 )
Perkataan "AKULAH" (Inggris : "I AM", Yunani : "εγω ειμι - EGÔ EIMI", Ibrani : אֲנִי־הוּא - "ANI HU") senantiasa diucapkan oleh YHVH 'ELOHIM saja dan dikaitkan erat dengan ungkapan lain yang dipakai Allah untuk menyalakan diri-Nya, khususnya dengan frasa "ANI YHVH" (PB. Harner, The "I am" of the Fourth Gospel, 1970, hlm. 7,14) berkata:
- "Frase
'ANI HU' dalam Deutero-Yesaya seaantiasa diucapkan oleh YHVH.
Pernyataan ini hanya dapat diucapkan oleh Allahsendiri, Jika ada orang
lain. yang mengungkapkan kata-kata ini, maka ia menyombongkan dirinya,
mencoba menyamakan dirinya dengan YHVH, atau menggantikan-Nya, Salah
satu contoh untuk ini terdapat dalam Yesaya 47:8,10 di mana Babel dengan
sombong berkata 'Aku ada, tiada yang lain disampingku!"
* Yesaya 41:4LAI TB, Siapakah yang melakukan dan mengerjakan semuanya itu? Dia yang dari dahulu memanggil bangkit keturunan-keturunan, Aku, TUHAN, yang terdahulu, dan bagi mereka yang terkemudian Aku tetap Dia juga."KJV Who hath wrought and done it, calling the generations from the beginning? I the LORD, the first, and with the last; I am he. Hebrew
מִֽי־פָעַל וְעָשָׂה קֹרֵא הַדֹּרֹות מֵרֹאשׁ אֲנִי יְהוָה רִאשֹׁון וְאֶת־אַחֲרֹנִים אֲנִי־הֽוּא׃Translit., MI-FA'AL VE'ASAH QORE HADOROT MEROSY ANI YHVH RISYON VE'ET-AKHARONIM ANI HU'
Kita perhatikan, frase "Akulah Dia" kadang-kadang muncul dalam bentuk "Akulah TUHAH"alau "Aku tetap Dia" (misalnya dalam Yesaya 41:4, 43:10,13). Dalam Yesaya 51:12 frase ini ('Akulah, Akulah yang .. .') muncul dalam konteks yang sama dengan frase 'Akulah TUHAN Allahmu' (ayat 5) dan dalam Yesaya 46:4 "Aku tetap Dia" diikuti dengan frasa "Akulah Allah" dalam ayat 9. Dalam Yesaya 48:12 frasa ini terdapat dalam kalimat yang hampir sama dengan kaimat dalam Yesaya 41:4 yang memakai kedua frasa "Aku TUHAN" ([color=blue]ANI YHVH) dan "Aku tetap Dia" (ANI HU). Semua ini menunjukkan, bahwa Yesaya memakai frasa "Akulah Dia" sebagai bentuk singkat dari ungkapan lain, khususnya dari "Akulah YHVH". Dengan frasa singkat itu ia meringkaskan segala sesuatu yang terkandung dalam ungkapan yang lebih panjang."
Sangat mengesankan, Tuhan Yesus menyebut diri-Nya sendiri dengan suatu ungkapan dalam Kitab Yesaya yang hanya digunakan untuk Allah sendiri. Memang "εγω ειμι - EGÔ EIMI" tidak dipakai hanya oleh Yesus saja dalam Injil Yohanes (lihat ayat 9:9). Namun cara Tuhan Yesus memakai ungkapan itu begitu erat menyamakan diri-Nya dengan karya penyelamatan YHVH, bahkan dengan YHVH sendiri, sehingga "EGÔ EIMI" itu searti dengan ucapan "Aku dan Bapa adalah satu" (Yohanes 10:30). Orang Yahudi memahami bahwa dengan berkata demikian Yesus menyamakan diri-Nya dengan Allah (Yohanes 10:33), sehingga mereka hendak melempari Dia dengan batu. Reaksi ini menegaskan kepada pembaca bahwa orang Yahudi itu memahami kata-kata dalam Yohanes 8:5 dengan cara yang sama. Dalam Kitab Yesaya frasa ANI HU diucapkan TUHAN untuk menyatakan hak-Nya yang eksklusif atas umat-Nya. Karena jika ada orang yang mengutip frasa tersebut dalam konteks seperti itu dan menyebut dirinya demikian, maka orang itu menyombongkan diri secara keterlaluan. Demikianlah penilaian orang Yahudi terhadap ucapan Yesus, Tetapi dalam sudut pandangan Injil Yohanes, bukanlah Yesus yang menyamakan diri-Nya dengan Allah, melainkan sebaliknya: Firman yang pada mulanya bersama-sama dengan Allah dan adalah Allah telah menjadi manusia (sarx egeneto) :
* Yohanes 1:1, 14 1:1 LAI TB, Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
KJV, In the beginning was the Word, and the Word was with God, and the Word was God.
TR, εν αρχη ην ο λογος και ο λογος ην προς τον θεον και θεος ην ο λογος
Translit Interlinear, en {pada} arkhê {permulaan} ên {Dia adalah} ho logos {Firman itu} kai {dan} ho logos {Firman itu} ên {Dia adalah} pros {ke arah, (sehakekat melekat)} ton theon {Allah itu} kai {dan} theos {Allah} ên {(Dia adalah) adalah} ho logos {Firman itu}
1:14 LAI TB, Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.
KJV, And the Word was made flesh, and dwelt among us, (and we beheld his glory, the glory as of the only begotten of the Father,) full of grace and truth.
TR, και ο λογος σαρξ εγενετο και εσκηνωσεν εν ημιν και εθεασαμεθα την δοξαν αυτου δοξαν ως μονογενους παρα πατρος πληρης χαριτος και αληθειας
Translit Interlinear, kai {adapun} ho {itu} logos {Firman} sarx {daging} egeneto {telah menjadi} kai {dan} eskênôsen {berdiam} en {diantara} hêmin {kita,} kai {(bahkan)} etheasametha tên {kita telah melihat} doxan autou {kemuliaanNya,} doxan {kemuliaan} hôs {sebagai} monogenous {Yang Tunggal/ Yang Unik} para {dari} patros {Bapa,} plêrês {penuh} kharitos {dengan anugerah} kai {dan} alêtheias {kebenaran.}
Karena dalam Injil Yohanes, kata-kata tersebut diucapkan oleh Tuhan Yesus, maka setidaknya itu berarti bahwa jemaat penganut ajaran Yohanes memandang kata-kata itu bukan hanya sebagai pengakuan mereka saja, melainkan sebagai kebenaran mengenai jati diri Yesus Kristus. Dari segi Kristologi Yohanes, Yesus Kristus adalah unik, bukan karena apa yang Allah lakukan melalui Dia sebagai manusia, melainkan karena Ia sendiri bersifat ilahi. Yohanes 8:58 berbicara tentang kodrat ilahi Yesus yang ada sebelum Abraham ada. Perkataan PRIN ABRAAM GENESTHAI EGÔ EIMI dalam Yohanes 8:5 yang membuat orang Yahudi marah sekali dan perkataan ini masih sangat dibenci oleh orang Yahudi dan orang Islam masa kini, karena kata-kata itu menyamakan hakikat Yesus dengan hakikat Allah, Mereka menolak keras pandangan bahwa Allah menjadi manusia; seseorang menyamakan diri dengan Allah dianggap menghujat Allah.
* Yohanes 8:58 LAI TB, Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada."
KJV, Jesus said unto them, Verily, verily, I say unto you, Before Abraham was, I am.
TR, ειπεν αυτοις ο ιησους αμην αμην λεγω υμιν πριν αβρααμ γενεσθαι εγω ειμι
Translit Interlinear, eipen {berkata} autois {kepada mereka} ho iêsous {Yesus} amên {sesungguhnya} amên {sesungguhnya} legô {Aku berkata} humin {kepadamu} prin {sebelum} abraam {Abraham} genesthai {ada/ menjadi/ eksis (lahir)} egô {Aku} eimi {Ada}.
Lihat bahasan dalam artikel : YESUS ADA SEBELUM ABRAHAM, di yesus-ada-sebelum-abraham-vt624.html#p1439
Acuan kepada ANI HU dalam Kitab Yesaya menyangkut penyamaan diri Yesus dengan perkataan, karya dan hakikat Allah.
Beberapa ahli berpendapat, kata-kata ini hanya mencerminkan pengakuan iman jemaat Kristen mula-mula. Pendapat ini tidak hanya menyangkal kebenaran kata-kata itu sebagai kesaksian tentang Yesus, tetapi juga mengabaikan bahwa jemaat penganut Yohanes meyakini hakikat Yesus Kristus sama dengan Allah. Bagi penulis Injil Yohanes inkarnasi bukanlah mitos dan tidak hanya menyatakan apa yang mereka lihat tentang Allah dalam diri Yesus Kristus, Firman menjadi manusia bukan hanya suatu tafsiran tentang makna Yesus {demikianlah pendapat M Wiles, Christianity Without Incarnation, 1977, hlm 2), melainkan sungguh-sungguh makna Yesus sendiri seandainya Anak itu tidak datang dan diam di antara Manusia, maka Bapa tidak akan dinyatakan (Yohanes l: 14,18). Bagi Yohanes, Anak itu dapat menyatakan Bapa bukan hanya karena Ia ada dalam pangkuan Bapa, melainkan karena Ia adalah Firman yang pada mulanya ada bersama-sama dengan Allah. Singkatnya, Ia adalah Allah. Penyamaan Yesus dengan Allah secara hakiki (ontologis), merupakan dasar bagi pemakaian ucapan EGÔ EIMI yang dikemukakan di atas.
Penyamaan ini merupakan dasar kristologi Yohanes, Willes mengatakan, "inkarnasi tidak langsung dinyatakan dalam Alkitab". Pendapat ini salah sama sekali (bandingkan Yohanes 1:1 dan 1:14) kecuali bila yang dimaksudkan ialah bahwa inkarnasi tidak diungkapkan dalam Alkitab sebagai rumusan pengakuan gereja. Bahkan pengecualian ini juga tidak benar seluruhnya mengingat apa yang dikatakan dalam Ibrani 1:2 dan Filipi 2:6. Menurut Wiles (hlm. 4) "Injil yang keempat (yang paling mendekati ajaran ini) juga tidak menegaskan ajaran tentang inkarnasi yang diterima pada abad.-abad kemudian. Sebaliknya dalam bagian akhir Injil Yohanes, Tomas mengaku Yesus sebagai "Tuhan dan Allahku" dan Yesus Kristus menerima pengakuan itu (Yohanes 20:28).
Wiles memahami Injil Yohanes "dengan cara yang tidak historis belaka". Yang membuatnya berpendapat demikian adalah kedua pernyataan Yesus: Ia satu dengan Bapa dan Dia ada sebelum Abraham . Bagi Wiles ini berarti "implikasi-implikasi Injil Yohanes bagi ajaran Kristen mungkin berbeda sekarang dengan apa yang dipahami oleh jemaat Kristen mula-mula". Ini menandakan bahwa Wiles memahami implikasi kristologi Yohanes, yang bersifat hakiki (ontologis), bukan hanya bersifat fungsional. Dengan ucapan-ucapan EGÔ EIMI, Tuhan Yesus mengungkapkan sesuatu yang hanya boleh diungkapkan oleh Allah. Kata-kata Yesus Kristus ini bukan penyombongan diri, melainkan justru membuktikan kesamaan hakikat Yesus Kristus dan hakikat Allah. Ini didukung oleh kenyataan bahwa ucapan-ucapan Tuhan Yesus dalam Injil Yohanes sering mengambil bentuk yang mengingatkan ucapan-ucapan YHVH dalam Kitab Yesaya.
Hanya YHVH saja Allah
Frasa ANI HU mempumyai makna bahwa hanya YHVH saja Allah, kontras dengan ilah-ilah yang disembah bengsa-bangsa lain. Menurut PB Harner, The "I am" of the Fourth Gospel, 1970, hlm. 8:
- "Penegasan
tentang monoteisme yang menyisihkan ilah-ilah lain merupakan tema besar
Deutero-Yesaya yang diungkapkan dengan berbagai cara ... Secara
eksplisit ia menegaskan, tidak ada illah kecuali YHVH" (Yesaya 44:6,8;
45:5,6,18,21,22; 46:9).
Seperti yang dikemukakan di atas, ucapan-ucapan "AKULAH" dalam Injil Yohanes sengaja mengacu kepada ucapan-ucapan yang serupa dalam Kitab Yesaya. Perlu diperhatikan, Yesus Kristus bukan hanya disamakan dengan Allah, tetapi juga mengambili alih suatu frasa, yang menyisihkan ilah-ilah lain. Dalam uraian tentang Yesaya 41:4, RN Whybray, Isaiah 40-66, 1975, hlm. 61 mengemukakan:
- "Sejak
awal sejarah YHVH berkarya. dan Ia juga adalah 'yang pertama', Ia tidak
diturunkan dari ilah-ilah lain sebagaimana ilah-ilah Babel merupakan
keturunan dari ilah-ilah sebelumnya. Hanya YHVH saja yang tidak
mempunyai silsilah (bandingkan Yesaya 43:10). YHVH adalah juga ang
terakhir; Ia akan tetap sebagai Allah kelika generasi manusia yang
terakhtir berakhir. Agama Babel dan agama-agama lain dari Timur Tengah
tidak mempunyai pernyataan seperti itu. Dalam agama politeis pernyataan
demikian itu tidak terbayangkan. Bahkan dalam sejarah agama Israel hal
itu belum pernah dinyatakan begitu jelas seperti dalam. Kitab Yesaya,
seperti yang diiperlihatkam. dari perikop-perikop lain, 'AKULAH DIA'
dipakai oleh Deutero-Yesaya khusus untuk menyatakan keyakinan bahwa
YHVH-lah Allah satu-satunya."
Sama seperti ucapan-ucapan 'AKULAH DIA' dalam Kitab Yesaya, ucapan-ucapan EGÔ EIMI dalam Injil Yohanes menyatakan bahwa Allah adalah Yang satu-satunya. Ini tampak dari pernyataan Yesus dalam ucapan-ucapan "AKU ADALAH" yang diikuti dengan predikat, Yesus Kristus mengatakan Dialah Jalan satu-satunya bagi mereka yang mau datang kepada Bapa (Yohanes 14:6). Ia memakai gagasan dari Perjanjian Lama ketika Ia menyatakan diri-Nya sebagai Gembala Yang Baik dan Pokok Anggur yang Benar; tidak ada orang lain yang dapat memakai gelar-gelar itu. Semua orang yang datang sebelum Dia adalah pencuri dan perampok, tetapi Dia adalah pintu dan barang siapa yang masuk melalui Dia akan selamat (Yohanes 10:8,9). Perkataan "kamu akan mati dalam dosamu'' (Yohanes 8:24) menunjukkan hanya Tuhan Yesus yang dapat mengampuni dan pengampunan itu terjadi hanya melalui kepercayaan kepada Dia sebagai Yang sama dengan Allah.
Bahasa seperti itu dan khususnya dalam rumusannya menurut Pengakuan Iman Nicea, "berarti Allah dapat dikenal dan ditanggapi hanya melalui Yesus Kristus dan dengan demikian segala hidup keagamaam diluar kepercayaan Yahudi-Kristen berada diluar tingkupan penyelamatan oleh Allah" (J Hick, Jesus and The World Religion 1977, hlm. 174). Hick sendiri menolak teologi seperti ini, dengan alasan agama Kristen pada masa kini harus berhadapan dengan agama-agama lain.Namun Hick menganggap Injlil Yohanes ditulis di Efesus menjelang akhir abad pertama. Jika ini benar, maka Injil Yohanes ditujukan kepada jemaat yang sudah biasa berhadapan dengan agama-agama lain dalam situasi yang hampir sama dengan masa kini Yohanes tidak memandang Kristus sebagai semacam ilah yang mengambil alih kedudukan ilah-ilah lain di Efesus dan Asia Kecil, sehingga seperti yang dikatakan Hick dalam bukunya:
- "Keselamatan dalam
semua agama dilaksanakan oleh Logos. seiap bangsa memakai
lambang-lambang yang berbeda-beda, namun semua orang dalam budaya dan
agama yang berbeda dapat bertemu. dengan Logos itu dan memperoleh
keselamatan.
YHVH sebagai Tuhan sejarah
Frasa ANI HU menggambarkan YHVH sebagai Tuhan atas sejarah, karena itu merupakan seruan untuk percaya kepada Dia sebagai penebus Israel (bandingkan PB. Harner, The "I am" of the Fourth Gospel, 1970, hlm. 9, 13) berkata:
- "Bagi
Deutero-Yesaya kepercayaan kepada Allah sebagai TUHAN atas sejarah
berkaitan erat dengan pernyataan bahwa hanya Dia saja Allah. Keyakinan
akan kuasa YHVH atas sejarah ini dinyatakan secara khusus dalam
keyakinan sang nabi bahwa YHVH akan segera menebus Israel dan
memulangkan mereka pelang ke tanah air mereka, Gagasan-gagasan ini
terjalin dalam beberapa perikop" (Yesaya 44:6-8; 45:1-8; 46:5-13).
Salah satu tugas Deutero-Yesaya adalah menguatkan iman orang-orang buangan di Babel. Ia meyakinkan mereka bahwa YHVH akan segera membawa mereka kembali ke negeri mereka. Ia adar, banyak orang menggangap YHVH tak berdaya, sebab raja Babel telah menghancurkan Rumah Allah di Yerusalem, Lalu membawa banyak orang Israel ke pembuangan. Dalam konteks yang memerlukan pemulihan iman ini, Yesaya menggambarkan YHVH menyebut diri-Nya sebagai 'AKU TETAP DIA'"
Gambaran Yohanes tentang Yesus langsung bertolak belakang dengan pandangan Hick. Menurut Yohanes ,Yesus terlebih dahulu menyatakan diri-Nya sama dengan Allah, baru kemudian Dia disembah sebagai Allah, bukan sebaliknya. Yohanes tidak mengatakan bahwa Yesus Kristus hanya diakui atau disembah sama dengan Allah melainkan Yesus Kristus sendiri yang menyamakan diri-Nya dengan Allah. Justru ungkapan inilah yang menimbulkan perlawanan dari para pendengar-Nya (Yohanes 8: 59; 10: 31- 33). Ungkapan ini juga yang menyebabkan Hick dan Wiles menganjurkan agar Injil Yohanes tidak dianggap bersifat sejarah.
Menurut mereka Injil Yohanes hendaknya dipandang sebagai tulisan orang Kristen pada kemudian hari, yang tidak memuat catatan historis tentang kata-kata Yesus. Dengan demikian, mereka berharap Kristianitas tidak lagi akan menafsirkan inkarnasi secara harfiah (Hick, 1977, hlm. 1 ). Jelaslah kata-kata yang merupakan batu sandungan untuk para pendengar Yesus Kristus, masih menjadi batu sandungan bagi para penganut pluralisme agama yang membaca Injil Yohanes pada saat ini. Bedanya para penganut pluralisme agama tidak ingin mengecam Yesus "historis" yang menyebut diri-Nya seperti itu; mereka justru mengecam gereja dan menganggapnya terlalu sombong karena menyamakan Yesus Kristus dengan Allah Israel yanlg satu-satunya itu. Pada masa kini, sekali lagi Yesus Kristus yang dilukiskan dalam Injil Yohanes itu harus "menghilang dan meninggalkan Bait Allah" (Yohanes 8:59).
Sekalipun demikian, selama ada pengikut-pengikut Yesus dalam dunia, pastilah Ia tetap menjadi Terang Dunia (Yohanes 9:5). Yesus Kristus yang digambarkan Yohanes akan terus menjawab kebutuhan mereka. yang buta sejak lahir sekalipun mungkin saja mereka juga akan dikucilkan, sebab sudah diputuskan bahwa mereka yang mengaku Yesus sebagai Mesias (Kristus) akan dikucilkan (Yohanes 9:22).
Dalam artikel ini, akan dibahas kata-kata yang menyertai ucapan "εγω ειμι - EGÔ EIMI" dalam Injil Yohanes yang mengacu pada latar belakangnya dalam Perjanjian Lama (salah satunya dalam Kitab Yesaya). Yesaya memberi latar belakang utama dari ucapan "εγω ειμι - EGÔ EIMi" dalam Injil Yohanes. Bukan hanya kata-kata dari rumusan itu yang mengarahkan perhatian pembaca kepada Kitab Yesaya, melainkan juga perumusannya. Perhatikan struktur dua ayat berikut ini yang maknanya mungkin lebih dari sekedar mengatakan bahwa Yesus adalah Kristus.
* Yesaya 52:6 LAI TB, Sebab itu umat-Ku akan mengenal nama-Ku dan pada waktu itu mereka akan mengerti bahwa Akulah Dia yang berbicara, ya Aku!" KJV, Therefore my people shall know my name: therefore they shall know in that day that I am he that doth speak: behold, it is I. Hebrew,
לָכֵן יֵדַע עַמִּי שְׁמִי לָכֵן בַּיֹּום הַהוּא כִּֽי־אֲנִי־הוּא הַֽמְדַבֵּר הִנֵּֽנִי׃Translit. interlinear, LAKEN {oleh karena itu} YEDA {akan mengenal} AMI {umat-Ku} SYEMI {nama-Ku} LAKEN {oleh karena itu} BAYOM {pada hari} HAHU {itu} KI- ANI HU, {sebab AKU-lah DIA} HAMEDABER {yang berbicara} HINENI {lihatlah} Septuaginta (LXX), δια τουτο γνωσεται ο λαος μου το ονομα μου εν τη ημερα εκεινη οτι εγω ειμι αυτος ο λαλων παρειμιTranslit. interlinear, dia {oleh} touto {itu} gnôsetai {akan mengenal} ho laos {umat} mou {-Ku} to onoma {nama} mou {-Ku} en {pada} tê hêmera {hari} ekeinê {itu} hoti {bahwa} egô {AKU} eimi {ADA} autos {Dia} ho {yang} lalôn {berbicara} pareimi {lihatlah}
Dengan menyatakan Akulah Dia ("EGÔ EIMI"), Yesus Kristus mengucapkan kata-kata YHVH yang akan digenapi pada waktu Ia datang kelak untuk menebus umatNya:
* Yohanes 4:26 LAI TB, Kata Yesus kepadanya: "Akulah Dia, yang sedang berkata-kata dengan engkau." KJV, Jesus saith unto her, I that speak unto thee am he. OJBC, Yehoshua says to her, "ANI HU , the one speaking to you. TR λεγει αυτη ο ιησους εγω ειμι ο λαλων σοιTranslit Interlinear, legei {berkata} autê {kepadanya} ho iêsous {Yesus} egô {AKU} eimi {ADA} ho {yang} lalôn {berbicara} soi {denganmu}
B. Makna Pernyataan "AKULAH"
Dalam setiap pernyataan, "AKULAH" tercermin peran-peran tertentu dari Tuhan kita Yesus Kristus dalam hal mengasihi, menguatkan, menyinari, memelihara, memberi hidup, atau membimbing. Pernyataan "Akulah" menampilkan aspek paling penting dari pelayanan pribadi Tuhan Yesus, yang sifatnya meniadakan semua cara-cara lain, karena berita yang disampaikan oleh Tuhan Yesus adalah diri-Nya sendiri, artinya Dia sendiri adalah Injil itu. Tuhan Yesus memindahkan tekanan "kami" sebagai komunitas Yahudi kepada "Aku", sebuah perpindahan dari Taurat ke Yesus sendiri sebagai otoritas sentral.
Dalam sejarah umat manusia yang tercatat dalam Alkitab tidak pemah ada seorang pun yang lahir di dunia ini yang memiliki perhatian demikian besar terhadap keselamatan umat manusia kecuali Yesus, Dia layak digelari Gembala yang baik, karena sepanjang pelayanan-Nva di dunia ini, Dia memikirkan kehidupan domba-domba-Nya lebih dari siapa pun. Dia membangkitkan pengharapan orang-orang yang terpinggirkan. Dia memberikan jalan kelepasan ketika manusia menemukan lorong buntu dalam perjalanan hidup. Kegigihan-Nya tiada tara untuk menuntun domba-damba-Nya supaya tidak tersesat. Puncaknya ketika dengan sukarela Dia menyerahkan nyawa-Nya sendiri sebagai tebusan bagi domba-domba-Nya agar luput dari penghukuman. Kata εγω ειμι - EGÔ EIMI dalam pandangan orang Yahudi sebagaimana dalam bahasan di atas adalah kata yang hanya pantas diucapkan oleh YHVH saja.
* Yesaya 43:11
LAI TB, Aku, Akulah TUHAN (YHVH) dan tidak ada juruselamat selain dari pada-Ku.
KJV, I, even I, am the LORD (YHVH); and beside me there is no saviour.
Hebrew,
אָנֹכִי אָנֹכִי יְהוָה וְאֵין מִבַּלְעָדַי מֹושִֽׁיעַ׃Translit, 'ANOKHI 'ANOKHI YEHOVAH (baca 'Adonay) VE'EIN MIBAL'ADAI MOSYIA'
Tidak ada Juruselamat lain kecuali YHVH!, dan YHVH itu telah datang ke dunia, Dia adalah Tuhan Yesus Kristus. Dia datang tidak hanya sekadar memberikan roti, tetapi dia sendiri adalah roti itu. Dia datang tidak hanya sekadar memberi air, tetapi Dia sendirilah air itu, Dia datang tidak hanya sekadar memberikan terang, tetapi Dia sendiri terang itu, Dia datang tidak hanya sekadar menunjuk pintu, tetapi Dia sendirilah pintu itu. Dia datang tidak hanya sekadar menunjuk jalan, tetapi Dia sendirilah jalan itu, Dia datang tidak sekadar memberi tahu kebenaran, tetapi Dia sendirilah kebenaran itu. Amin.
C. Seri 7 "AKULAH" dalam Injil Yohanes
Pada Perjanjian Baru, berkali-kali Tuhan Yesus menggunakan bentuk "Akulah" untuk menyatakan siapa diri-Nya dan untuk apa Dia datang. Ucapan-ucapan ini meliputi pemakaian kata-kata kiasan yang bermakna sangat luas dan mengandung makna universal. Pernyataan ini juga sekaligus menunjukkan keilahian Yesus yang berkuasa atas seluruh ciptaan. Seri 7 "AKULAH" yang diucapkan oleh Yesus dalam Injil Yohanes. Dalam seri 7 "AKULAH" ini kata-kata "AKULAH" diikuti dengan suatu penggambaran tentang Yesus, misalnya sebagai 'roti hidup', 'terang dunia', dsb. Seri 7 "AKULAH" itu adalah:
1. Akulah Roti Hidup
* Yohanes 6:35 LAI TB, Kata Yesus kepada mereka: "Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi. KJV,
And Jesus said unto them, I am the bread of life: he that cometh to me
shall never hunger; and he that believeth on me shall never thirst. TR, ειπεν δε αυτοις ο ιησους εγω ειμι ο αρτος της ζωης ο ερχομενος προς με ου μη πειναση και ο πιστευων εις εμε ου μη διψηση πωποτεTranslit Interlinear, eipen {berkata} de autois {kepada mereka} ho iêsous {Yesus} egô eimi {Akulah} ho artos {Roti} tês zôês {Hidup}
ho erkhomenos {(orang yang) datang} pros {kepada} me {-Ku} ou mê {pasti
tidak} peinasê {akan merasa lapar} kai {dan} ho pisteuôn {(orang yang)
percaya} eis {kepada} eme {-Ku} ou mê {pasti tidak} dipsêsê {akan merasa
haus} pôpote {pernah}
"AKULAH roti hidup" adalah Ungkapan pertama ucapan "AKULAH" terdapat dalam Injil Yohanes. Ungkapan ini diucapkan dalam pembahasan waktu mukjizat memberi makan 5000 orang. Dalam penyampaian-Nya, Yesus memberitahukan orang banyak itu, "Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu," (Yohanes 6:27). "Maka kata mereka kepada-Nya: Pekerjaan apakah yang Engkau lakukan?" (Yohanes 6:30)
Sementara Dia berusaha agar mereka beriman kepada-Nya, Dia berhadapan dengan suatu tantangan untuk membuktikan diri-Nya: "Tanda apakah yang Engkau perbuat, supaya dapat kami melihatnya dan percaya kepada-Mu?" katanya, lalu menambahkan, "Nenek moyang kami telah makan manna di padang gurun, seperti ada tertulis: Mereka diberi-Nya makan roti dari surga," (Yohanes 6:30-31). Tentu mereka bermaksud bahwa Musa telah memberikan mereka manna dari surga, tetapi Tuhan Yesus harus mengoreksi kesalahfahaman mereka sehingga Dia menjawab, "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya bukan Musa yang memberikan kamu roti dari surga, melainkan Bapa-Ku yang memberikan kamu roti yang benar dari surga." (Yohanes 6:32). Lalu Dia terus bicara dan berkata, "Karena roti yang dari Allah ialah roti yang turun dari surga dan yang memberi hidup kepada dunia," (Yohanes 6:33).
Dengan ini, Tuhan Yesus bukan hanya menegaskan bahwa Allah memberi "roti dari surga" di masa lampau dan tetap melakukannya pada saat itu juga, dan secara terus terang Dia menyatakan bahwa diri-Nya sendiri adalah "roti yang dari Allah ialah roti yang turun dari surga" (Yohanes 6:33). Dalam pengungkapan suatu gerakan kerinduan rohani mereka meminta roti yang turun dari surga itu, namun keterikatan mereka dengan pola berpikir alami akan semakin nyata dalam kelanjutan percakapannya.
Sekarang, dalam meresponi permintaan mereka bahwa Yesus mengungkapkan klaim yang mengejutkan itu, "AKULAH roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi," (Yohanes 6:35). Perkataan ini sesungguhnya merangkul inti sari berita Yesus. Dialah jawaban keperluan hati manusia. Ungkapan roti kehidupan menyatakan peranan dasar dan fundamental yang Tuhan Yesus klaim Dia genapi berhubungan dengan hasrat mendalam dalam roh manusia. Untuk Tuhan Yesus roti adalah 'makanan pokok', sumber utama gizi. Tetapi sejak roti adalah makanan pokok secara universal, ada juga klaim nyata bahwa Dia memenuhi peranan ini bagi setiap orang. Dia adalah (Juruselamat dunia), dan Dia yang memberi kehidupan kepada dunia (Yohanes 6:33).
Dr. Leon Morris, menunjukkan bahwa dalam susunan tatabahasa Gerika kata sandang yang tertentu (definite article), sebelum kata roti "ο αρτος - HO ARTOS" menunjukkan fakta bahwa Yesus, dan Yesus saja, adalah satu-satunya yang adalah roti kehidupan itu. Bruce Milne mengatakan bahwa, "roti kehidupan juga menunjukkan bahwa sifat Yesus adalah sifat yang memuaskan. Ini dilihat jelas dalam ucapan, "tidak akan lapar, dan tidak akan haus." Semua jenis roti lain, seperti manna di padang gurun, tetap tidak memuaskan sepenuhnya. Masih ada hasrat yang belum dipenuhi: kita akan lapar lagi. Sebaliknya, setelah kita merasakan Yesus, cicipan itu akan membatalkan keperluan untuk sesuatu lain yang dapat memuaskan dan memenuhi hasrat kita.
Dalam pengajaran ini, Tuhan Yesus juga menegaskan, bahwa tujuan-Nya datang ke dunia ini bukan untuk memberikan makanan yang hanya dapat mengenyangkan tubuh jasmani yang bersifat sementara, melainkan makanan yang memelihara kehidupan rohani dan memberi hidup yang kekal. Dengan mentransformasikan diri-Nya menjadi roti hidup, Tuhan Yesus menyatakan diri-Nya sebagai pusat dan Pemilik kehidupan universal. Sebab siapa pun yang memakan daging-Nya dan meminum darah-Nya, pasti mendapatkan hidup kekal, bahkan dibangkitkan pada akhir zaman (Yohanes 6:54). Pernyataan ini sekaligus bermakna, bahwa menolak roti hidup berarti binasa.
Kesimpulannya, dalam klaim, "AKULAH roti hidup", Tuhan Yesus menyatakan dengan tegas bahwa asal usul-Nya adalah surga, dan bahwa Dia sajalah yang memenuhi keseluruhan kerinduan rohani para pendengar-Nya.
"AKULAH roti hidup" adalah Ungkapan pertama ucapan "AKULAH" terdapat dalam Injil Yohanes. Ungkapan ini diucapkan dalam pembahasan waktu mukjizat memberi makan 5000 orang. Dalam penyampaian-Nya, Yesus memberitahukan orang banyak itu, "Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu," (Yohanes 6:27). "Maka kata mereka kepada-Nya: Pekerjaan apakah yang Engkau lakukan?" (Yohanes 6:30)
Sementara Dia berusaha agar mereka beriman kepada-Nya, Dia berhadapan dengan suatu tantangan untuk membuktikan diri-Nya: "Tanda apakah yang Engkau perbuat, supaya dapat kami melihatnya dan percaya kepada-Mu?" katanya, lalu menambahkan, "Nenek moyang kami telah makan manna di padang gurun, seperti ada tertulis: Mereka diberi-Nya makan roti dari surga," (Yohanes 6:30-31). Tentu mereka bermaksud bahwa Musa telah memberikan mereka manna dari surga, tetapi Tuhan Yesus harus mengoreksi kesalahfahaman mereka sehingga Dia menjawab, "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya bukan Musa yang memberikan kamu roti dari surga, melainkan Bapa-Ku yang memberikan kamu roti yang benar dari surga." (Yohanes 6:32). Lalu Dia terus bicara dan berkata, "Karena roti yang dari Allah ialah roti yang turun dari surga dan yang memberi hidup kepada dunia," (Yohanes 6:33).
Dengan ini, Tuhan Yesus bukan hanya menegaskan bahwa Allah memberi "roti dari surga" di masa lampau dan tetap melakukannya pada saat itu juga, dan secara terus terang Dia menyatakan bahwa diri-Nya sendiri adalah "roti yang dari Allah ialah roti yang turun dari surga" (Yohanes 6:33). Dalam pengungkapan suatu gerakan kerinduan rohani mereka meminta roti yang turun dari surga itu, namun keterikatan mereka dengan pola berpikir alami akan semakin nyata dalam kelanjutan percakapannya.
Sekarang, dalam meresponi permintaan mereka bahwa Yesus mengungkapkan klaim yang mengejutkan itu, "AKULAH roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi," (Yohanes 6:35). Perkataan ini sesungguhnya merangkul inti sari berita Yesus. Dialah jawaban keperluan hati manusia. Ungkapan roti kehidupan menyatakan peranan dasar dan fundamental yang Tuhan Yesus klaim Dia genapi berhubungan dengan hasrat mendalam dalam roh manusia. Untuk Tuhan Yesus roti adalah 'makanan pokok', sumber utama gizi. Tetapi sejak roti adalah makanan pokok secara universal, ada juga klaim nyata bahwa Dia memenuhi peranan ini bagi setiap orang. Dia adalah (Juruselamat dunia), dan Dia yang memberi kehidupan kepada dunia (Yohanes 6:33).
Dr. Leon Morris, menunjukkan bahwa dalam susunan tatabahasa Gerika kata sandang yang tertentu (definite article), sebelum kata roti "ο αρτος - HO ARTOS" menunjukkan fakta bahwa Yesus, dan Yesus saja, adalah satu-satunya yang adalah roti kehidupan itu. Bruce Milne mengatakan bahwa, "roti kehidupan juga menunjukkan bahwa sifat Yesus adalah sifat yang memuaskan. Ini dilihat jelas dalam ucapan, "tidak akan lapar, dan tidak akan haus." Semua jenis roti lain, seperti manna di padang gurun, tetap tidak memuaskan sepenuhnya. Masih ada hasrat yang belum dipenuhi: kita akan lapar lagi. Sebaliknya, setelah kita merasakan Yesus, cicipan itu akan membatalkan keperluan untuk sesuatu lain yang dapat memuaskan dan memenuhi hasrat kita.
Dalam pengajaran ini, Tuhan Yesus juga menegaskan, bahwa tujuan-Nya datang ke dunia ini bukan untuk memberikan makanan yang hanya dapat mengenyangkan tubuh jasmani yang bersifat sementara, melainkan makanan yang memelihara kehidupan rohani dan memberi hidup yang kekal. Dengan mentransformasikan diri-Nya menjadi roti hidup, Tuhan Yesus menyatakan diri-Nya sebagai pusat dan Pemilik kehidupan universal. Sebab siapa pun yang memakan daging-Nya dan meminum darah-Nya, pasti mendapatkan hidup kekal, bahkan dibangkitkan pada akhir zaman (Yohanes 6:54). Pernyataan ini sekaligus bermakna, bahwa menolak roti hidup berarti binasa.
Kesimpulannya, dalam klaim, "AKULAH roti hidup", Tuhan Yesus menyatakan dengan tegas bahwa asal usul-Nya adalah surga, dan bahwa Dia sajalah yang memenuhi keseluruhan kerinduan rohani para pendengar-Nya.
Pernyataan "Akulah terang dunia" (Yohanes 8:12; 9:5) dengan tegas mencerminkan misi Yesus yang mendunia (universal). Ia tidak hanya menjadi terang bagi bangsa Israel atau sekelompok kaum tertentu, melainkan terang bagi segenap umat manusia yang percaya, Ia datang untuk mencerahkan dunia ini dari kuasa-kuasa kegelapan rohani dan menerangi hati setiap orang supava berjalan di dalam terang surgawi
* Yohanes 8:12LAI TB, Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: "Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup."KJV, Then spake Jesus again unto them, saying, I am the light of the world: he that followeth me shall not walk in darkness, but shall have the light of life.TR, παλιν ουν ο ιησους αυτοις ελαλησεν λεγων εγω ειμι το φως του κοσμου ο ακολουθων εμοι ου μη περιπατησει εν τη σκοτια αλλ εξει το φως της ζωηςTranslit Interlinear, palin {pula} oun {lalu} ho iêsous {Yesus} hautois {kepada mereka} elalêsen {mengatakan} legôn {berkata} egô eimi {Akulah} to phôs {Terang} tou kosmou {(manusia di) dunia} ho {orang yang} akolouthôn {mengikuti} emoi {Aku} ou mê {pasti tidak} peripatêsei {akan berjalan} en {di dalam} tê skotia {kegelapan} all {melainkan} exei {ia akan mempunyai} to phôs {terang} tês zôês {yang memberi hidup (kekal)}
Dengan menvatakan bahwa diri-Nya adalah Terang dunia, Yesus tidak hanya sekadar mengingatkan para pengikut-Nya tentang awan dan tiang api di atas kemah yang menuntun perjalanan nenek movang mereka ketika mengembara di padang gurun, Namun, lebih dari itu siapa saja yang mengikuti Terang tersebut pasti tidak akan berjalan di dalarn kegelapan sehingga tersesat dan hilang, Ibarat mercusuar yang menuntun perjalanan kapal supaya tidak tersesat menabrak karang, seperti itulah terang yang dibawa oleh Yesus untuk menuntun seseorang ke jalan yang benar.
Kegelapan yang menyelubungi orang-orang yang tidak percaya menyebabkannya gagal mendapatkan "Terang" itu, yakni Yesus Kristus, Maknanya, orang-orang yang masih hidup dalam kegelapan rohani, tidak akan pernah dapat memahami siapa Yesus, Tetapi betapa pun pekatnya kegelapan yang menguasai hati orang-orang yang beluru percaya, Tuhan Yesus datang membawa terang dan menyatakan diri-Nya sebagai pusat terang, yang akan mengalahkan kegelapan dunia ini.
Artikel terkait :
Pesan Natal : Yesus Terang Dunia, di pesan-natal-yesus-terang-dunia-vt1724.html
3. Akulah Pintu
Yohanes 10:9
LAI TB, Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput.KJV, I am the door: by me if any man enter in, he shall be saved, and shall go in and out, and find pasture. TR, εγω ειμι η θυρα δι εμου εαν τις εισελθη σωθησεται και εισελευσεται και εξελευσεται και νομην ευρησειTranslit Interlinear, egô {Aku} eimi {Adalah} hê thura {pintu} di {melalui} emou {Aku} ean {jikalau} tis {ada orang} eiselthê {masuk} sôthêsetai {ia diselamatkan} kai {lalu} eiseleusetai {ia akan masuk} kai {dan} exeleusetai {ia akan keluar} kai {dan} nomên {padang rumput} heurêsei {ia akan menemukan}
Pernyataan Yesus: "Akulah pintu", menempatkan-Nya pada posisi strategis terhadap domba-damba-Nya. Sebagai "pintu", Tuhan Yesus merupakan jalan keluar-masuk bagi domba-domba ke kandangnya, sehingga hanya domba-domba vang dikenal saja vang berhak dan boleh masuk melalui pintu itu, Begitu pula halnya, bahwa hanya gembala yang dikenal saja yang dapat masuk melalui pintu itu, Oleh karena itu, Yesus menegaskan: "Sesungguhnya siapa yang masuk ke dalam kandang domba dengan tidak melalui pintu, tetapi dengan memanjat tembok, ia adalah seorang pencuri dan seorang perampok" (Yohanes 10:1),
Apa yang dimaksud dengan pintu oleh Tuhan Yesus pastilah pintu Kerajaan Sorga, dan Tuhan Yesus adalah satu-satunya pintu menuju ke sema. Baik domba-domba maupun para gembala yang sejati haruslah masuk melalui pintu itu. Melalui ilustrasi ini Yesus mengatakan bahwa setiap orang yang masuk melalui Dia pastilah selamat, dan mempunyai hidup dalam segala kelimpahan (Yohanes 10:10). Inti dari kesaksian Yesus ini menyatakan bahwa Dialah "satu-satunya" pintu (bandingkan Kisah 4:12). Masuk melalui pintu lain berarti menuju kebinasaan kekal.
Artikel terkait :
YESUS KRISTUS, GEMBALA YANG BAIK, di yesus-kristus-gembala-yang-baik-vt2320.html
Jalan Masuk/ Akses masuk / Prosagôgê, di jalan-jalan-tuhan-vt2967.html#p16752
AKULAH JALAN DAN KEBENARAN DAN HIDUP, di akulah-jalan-dan-kebenaran-dan-hidup-vt221.html#p467
4. Akulah Gembala yang Baik
Yohanes 10:11
LAI TB, Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanyaKJV, I am the good shepherd: the good shepherd giveth his life for the sheep.TR, εγω ειμι ο ποιμην ο καλος ο ποιμην ο καλος την ψυχην αυτου τιθησιν υπερ των προβατων Translit interlinear, egô {Aku} eimi {Adalah} ho poimên {Gembala} ho {yang} kalos {Naik} ho poimên {Gembala} ho {yang} kalos {baik} tên psukhên {nyawa} autou {-Nya} tithêsin {menyerahkan} huper {bagi} tôn probatôn {domba-domba}
Tuhan Yesus menyatakan, bahwa Dialah gembala yang baik. Seorang gembala yang baik, setiap saat rela mengorbankan nyawanya demi domba-domba yang digcmbalakaunya. Sedangkan gembala upahan akan lari menyelamatkan diri jika bahaya datang mengancam domba-dombanya. Ini mengingatkan pengikutnya akan ucapan Allah melalui Nabi Yehezkiel: "Aku sendiri akan menggembalakan domba-domba-Ku dan akan membiarkan mereka berbaring. Yang hilang akan Kucari, yang tersesat akan Kubawa pulang, yang luka akan Kubalut, yang sakit akan Kukuatkan, serta yang gemuk dan yang kuat akan Kulindungi; Aku akan menggembalakan mereka sebagaimana seharusnya" (Yehezkiel 34:15-16).
Sebagai gembala yang baik, Yesus telah menunjukkan kesetiaan, kasih sayang, kelemahlembutan, perhatian, kewaspadaan, serta tanggung jawab yang tiada tara dalam memelihara dan mengayomi domba-domba-Nya. Yesus membuktikan kesetiaan dan tanggung jawab-Nya yang tak terbatas tersebut dengan "memberikan nyawa-Nya bagi domba-damba-Nya" (Yohanes 10:11). Kematian-Nya di kayu salib adalah untuk menyelamatkan domba-domba-Nya supaya terhindar dari hukuman maut (Matius 20:28).
Pada bagian ini pun segera terlihat peran Yesus sebagai gembala yang universal. Karena selain diutus untuk menggembalakan dan menyelamatkan "domba-domba yang hilang dari umat Israel" (Matius 15:24; ketika Yesus berbicara dalam konteks penyelamatan Israel yang mendesak karena waktunya yang sangat singkat), ternyata Yesus juga mencari dan menggembalakan domba-domba yang berasal dari kandang lain untuk dijadikan satu kawanan dengan domba-domba kepunyaan-Nya :
* Yohanes 10:16LAI TB, Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala.KJV, And other sheep I have, which are not of this fold: them also I must bring, and they shall hear my voice; and there shall be one fold, and one shepherd. TR, και αλλα προβατα εχω α ουκ εστιν εκ της αυλης ταυτης κακεινα με δει αγαγειν και της φωνης μου ακουσουσιν και γενησεται μια ποιμνη εις ποιμηνTranslit interlinear, kai {dan} alla {lain} probata {domba-domba} ekhô {Aku mempunyai} ha {yang} ouk {bukan} estin {adalah} ek {keluar/ berasal} tês aulês {kandang} tautês {ini} kakeina {itu juga} me {Aku} dei {juga} agagein {menuntun} kai {dan} tês phônês {suara} mou {-Ku} akousousin {mereka akan mengikut} kai {dan} genêsetai {mereka akan menjadi} mia {satu} poimnê {kawanan domba-domba} heis {satu} poimên {gembala}
Tuhan Yesus, sebagai Gembala yang Baik, mempunyai domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini. Dalam ayat 1-5 gembala memanggil domba keluar dari kandang. Tampaknya kandang itu merujuk pada umat Israel. Selain kandang itu, ada kandang lain, dan di kandang itu Tuhan Yesus mempunyai domba-domba (non Israel), yang harus Dia tuntun keluar.
Sama dengan domba dari kandang Israel, mereka mendengarkan suara-Nya. Dari segi hubungannya dengan Tuhan Yesus, tidak ada perbedaan. Dari segi status dalam jemaat, tidak boleh dibedakan, Yahudi atau bukan Yahudi. Kesatuan ini ditekankan dengan pernyataan, mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala. Kesatuan jemaat juga ditekankan dalam 1 Korintus 12; 2 Korintus 5:14-21; Galatia 3:28; Efesus 2:11-22; dan 4:3-6. Lihat juga Yohanes 11:51-52.
5. Akulah Kebangkitan dan Hidup
* Yohanes 11:25LAI TB, Jawab Yesus: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati,KJV, Jesus said unto her, I am the resurrection, and the life: he that believeth in me, though he were dead, yet shall he live: TR, ειπεν αυτη ο ιησους εγω ειμι η αναστασις και η ζωη ο πιστευων εις εμε καν αποθανη ζησεταιTranslit interlinear, eipen {berkata} autê {kepadanya} ho iêsous {Yesus} egô {Aku} eimi {adalah} hê anastasis {kebangkitan} kai {dan} [b]ê zôê {hidup} ho pisteuôn {orang yang percaya} eis {kepada} eme {-Ku} kan {bahkan jika} apothanê {ia sudah mati} zêsetai {akan hidup}
Tema "Akulah kebangkitan dan hidup" menyatakan bahwa Tuhan Yesus adalah kebangkitan itu sendiri, sehingga setiap orang hidup dan percaya kepada-Nya, tidak akan mengalami kematian kekal. Yesus membuktikan ucapan-Nya dengan membangkitkan saudara laki-laki Marta, yakni Lazarus, dari kematian. Ketika Tuhan Yesus mengatakan kepada Marta: "Saudaramu akan bangkit" (Yohanes 11:23), Marta tidak memahami arti perkataan ini. Ia bahkan menanggapinya hanya sebagai ucapan penghiburan dari Tuhan Yesus saja, sehingga ia mengantisipasinya dengan kebangkitan akhir zaman.
Oleh karena itu dengan kecewa yang mendalam Marta menjawab perintah Yesus: "Aku tahu bahwa ia akan bangkit pada waktu orang-orang bangkit pada akhir zaman" (Yohanes 11:24). Bahkan Marta tampaknya seakan-akan meragukan dan membatasi kekuasaan Yesus ketika Dia memerintahkan: "Angkat batu itu" (Yohanes 11:39) yang dijawab oleh Marta: "Tuhan ia sudah berbau, sebab sudah empat hari mati" (Yohanes 11:39). Yesus mengerti perasaan kecewa Marta karena emosinya yang terganggu. Untuk menghapus kekecewaannya, Yesus memberikan jaminan dengan mengatakan: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati" (Yohanes 11:25).
Penegasan dari Tuhan Yesus ini membebaskan Marta dari jalan pikirannya yang keliru dan membawanya pada satu keyakinan, bahwa Tuhan Yesus adalah Mesias, anak Allah yang layak dipercaya (Yohanes 11:27). Hal ini juga mengandung pengertian bahwa bagi setiap orang yang percaya kepada Tuhan Yesus, kematian jasmaniah bukanlah merupakan akhir perjalanan hidup yang mengerikan, melainkan merupakan jalan untuk meneruskan hidup kekal dalam persekutuan dengan Allah.
Dengan membangkitkan Lazarus dari kematiannya, Tuhan Yesus membuktikan bahwa Dia berkuasa atas kematian, baik jasmani maupun rohani. Percaya kepada Tuhan Yesus, berarti hidup atas kematian, sebagaimana dikatakan-Nya: "Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati" (Yohanes 11:25). Perkataan ini bermakna tidak hanya berkaitan dengan hidup masa kini (sekarang) tetapi juga kehidupan yang akan datang (sesudah kematian).
6. Akulah Jalan dan Kebenaran dan Hidup
* Yohanes 14:6
LAI TB, Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku."
KJV, Jesus saith unto him, I am the way, the truth, and the life: no man cometh unto the Father, but by me.
TR, λεγει αυτω ο ιησους εγω ειμι η οδος και η αληθεια και η ζωη ουδεις ερχεται προς τον πατερα ει μη δι εμου
Translit Interlinear, legei {berkata} autô {kepadanya} ho iêsous {Yesus} egô {Aku} eimi {adalah} hê hodos {jalan} kai {dan} hê alêtheia {kebenaran} kai {dan} hê zôê {hidup} oudeis {tidak seorangpun} erkhetai {datang} pros {kepada} ton patera {Bapa} ei {jika} mê {tidak} di {melalui} emou {Aku}
Dalam perkataan ini terdapat tiga unsur penting yang diucapkan Tuhan Yesus, yakni "Jalan, Kebenaran, dan Hidup", dan Tuhan Yesus adalah pusat dari ketiga unsur tersebut. Jalan yang dimaksud Yesus dalam hal ini adalah sarana menuju kepada hidup yang kekal, dan diri-Nya adalah sarana itu. Kebenaran adalah Tuhan Yesus sendiri, Dia ukuran kebenaran karena tidak ada dan tidak mungkin ada kebenaran di luar diri-Nya. Hidup menyangkut kekekalan, karena setelah berlalunya kehidupan yang sekarang, akan ada kehidupan lain yang jauh lebih penting, yakni hidup kekal bersama Tuhan Yesus.
Ketika Tuhan Yesus tahu bahwa waktu-Nya telah hampir tiba, maka sebelum meninggalkan murid-murid-Nya, Dia berpesan supaya mereka saling mengasihi. Dia menenangkan hati para murid-Nya agar tidak sedih dan gelisah. Untuk menanggapi kesedihan mereka, Tuhan Yesus menekankan perlunya iman. Yesus mengatakan bahwa Ia pergi untuk mempersiapkan tempat bagi mereka dan akan segera kembali untuk menjemput mereka. Perkataan-Nya bahwa "di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal" (Yohanes 14:2) tidaklah berarti jumlah atau kapasitas, melainkan siapa pun yang percaya boleh tinggal di sana.
Menjawab ketidaktahuan dan kecemasan Tomas (Yohanes 14:5), Tuhan Yesus memberi jaminan, hanya Dialah "satu-satunya" jalan untuk datang kepada Bapa, tidak ada jalan lain, karena setelah itu Dia melanjutkan: "Tidak seorang pun datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku" (Yohanes 14:6). Jawaban Yesus mengungkapkan bahwa pengharapan iman kristiani bukanlah suatu metode atau prosedur atau sistem, melainkan seorang pribadi, dan pribadi itu adalah Yesus sendiri. Melalui dan di dalam Yesus, seseorang datang kepada Bapa, mengetahui Bapa, dan melihat Bapa.
7. Akulah Pokok Anggur yang Benar
* Yohanes 15:1
LAI TB, " Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya.
KJV, I am the true vine, and my Father is the husbandman. NASB : "I am the true vine, and My Father is the vinedresser.
TR, εγω ειμι η αμπελος η αληθινη και ο πατηρ μου ο γεωργος εστιν
Translit Interlinear, egô {Aku} eimi {adalah} hê ampelos {pohon anggur} hê alêthinê {yang benar} kai {dan} ho patêr {Bapa} mou {-Ku} ho geôrgos {pemangkas pohon anggur/ petani anggur} estin {adalah}
Dalam kiasan "Akulah pokok anggur yang benar", gagasan "tinggal" diungkapkan dalam bentuk kesatuan yang tidak dapat dipisahkan, "Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu" (Yohanes 15:4). Pasti, Tuhan Yesus tidak sedang mengajarkan tentang bagaimana cara menanam anggur, melainkan penegasan bahwa Dialah satu-satunya pokok anggur yang menghasilkan buah kebenaran. Tuhan Yesus berani mengatakan hal itu karena memang Dia sendiri adalah kebenaran itu (Yohanes 14:6).
Pesan yang disampaikan oleh perumpamaan ini adalah tentang pentingnya kesatuan dcngan Tuhan Yesus sebagai pokok yang memberi kehidupan. Sebab hanya dengan tetap berpaut kepada-Nya, sebagai sumber kehidupan yang benar, manusia sebagai ranting dapat menghasilkan buah kebenaran. Sedangkan apabila ranting terlepas dari pokoknya, maka ia akan mengering dan mati sehingga harus dipotong dan dibakar.
Dengan cara ini Tuhan Yesus menjelaskan kedudukan-Nya yang sentral dalam kehidupan umat-Nya secara terus-menerus. Melenceng ke pokok yang lain hanya akan menghasilkan buah kebinasaan. Lebih jauh Yesus mengatakan. bahwa mereka yang tinggal di dalam Dia boleh meminta apa saja yang mereka kehendaki, dan itu akan terjadi (Yohanes 15:7). Pernyataan ini hanya dapat dipahami jika pikiran Tuhan Yesus melebur ke dalam hati orang yang mendengarnya.
To Be Continued....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar Harap Yang Positif