Entri yang Diunggulkan

Cara Mudah Berinvestasi dengan Emas

Bisa beli emas seharga Rp 11.000? Buat Anda yang ingin memiliki emas namun terbatas dengan keuangan Anda? Atau Anda ingin memulai invest...

Minggu, 24 Desember 2017

LGBT: Mengapa Didanai PBB?


Belakangan ini marak pemberitaan dan perdebatan mengenai LGBT (Lesbian, Gay, Bisexual & Transgender).


Kenapa tiba2 soal LGBT ini jadi topik hangat? Gara2 emoji di Line, Viber, dll? Bukan! LGBT ini jadi ramai gara2 dipromosikan oleh PBBsupaya diterima oleh dunia. Jurus ini disebut “social engineering”.
 1. Melindungi atau Mempromosikan??
Ini fakta, bukan hoax. PBB (UN) bahkan membentuk badan khusus bernama UNFE(United Nations Free & Equality) untuk mempromosikan LGBT. Silakan klik webnya: http://www.unfe.org. PBB juga menerbitkan perangko gay.
Kalau sudah jadi program resmi PBB, sudah pasti ada bujetnya. Sudah pasti tak bakal surut dgn tentangan2 di media2. LGBT bakal terus dipromosikan agar masyarakat dunialama-lama mendukung.
Dalihnya adalah melindungi hak asasi manusia. Pada kenyataannya bukan melindungi, tapi justru mempromosikan gaya hidup LGBT.
UNDP bahkan menggelontorkan uang sebesar USD 8 juta (sekitar Rp 107 M) untuk mempromosikan LGBT di Indonesia, China, Thailand dan Filipina.
Pertanyaannya, kenapa keempat negara ini — Indonesia, China, Thailand & Filipina — jadi sasaran promosi LGBT?? Karena negara2 tersebut adalah “negara berkembang” yg penduduknya banyak. Ini ada kaitannya dengan politik depopulasi dunia, yang sudah dijalankan sejak lama, tanpa disadari oleh masyarakat dunia.
2. Program Pemusnahan Umat
Ini bukan hoax. Program “penyedikitan umat dunia” (=depopulasi) sudah dicanangkan dari thn 1920an. Nama programnya Eugenic, upaya untuk mengontrol populasi dan ras. Sponsor utamanya adalah Rockefeller.
Rockefeller, sebagaimana diketahui, adalah salah satu pimpinan the “Global Elites“, para pengusaha terkaya dunia yg memiliki ideologi “globalist” yang bercita-cita membentuk New World Order“.
Bagi pembaca yang belum paham hubungan antara Rockefeller dengan PBB, silakan baca referensi2 umum seperti Wikipedia, bahwa gedung PBB yang megah di areal seluas 7 ha di New York itu dibangun di atas tanah hibah Rockefeller.
Penduduk dunia 7 miliar orang, menurut Global Elites kebanyakan. Apalagi sebagian besar penduduk dunia adalah orang miskin. Mereka tak mau penduduk dunia banyak dan miskin. Mereka maunya penduduk yg sedikit, produktif dan bisa menghasilkan uang buat mereka. Idealnya penduduk dunia cuma 500 juta orang saja.
Ini bukan rahasia. Mereka bahkan menuliskan tekad depopulasi itu dalam sebuah prasasti raksasa di Georgia, AS.

Bagaimana caranya mengurangi jumlah penduduk?? Ini juga sudah lama dilakukan, tanpa disadari banyak orang. Ciptakan perang dan pembunuhan massal. Pembunuhan etnis tertentu (genocide). Pembunuhan bayi (infanticide). Vaksin pemandulan (sterilisasi) massal di Afrika. Sebarkan wabah dan virus termasuk AIDS dll.
Coba saja perhatikan. Setelah ada PBB, justru makin banyak perang. 1950an: perang Korea. 60an: Vietnam. 70an: Uganda, Ethiopia. 80an: Afghanistan. 90an: Perang Teluk. 2000an: Perang Teluk jilid II. Selalu sasarannya adalah negara2 berkembang.
Sekarang programnya bertambah satu: penyedikitan umat manusia dengan mempromosikan gaya hidup LGBT. Sebab, perkawinan sejenis tidak menghasilkan keturunan.
Tujuan lain dari LGBT adalah melemahkan angkatan perang. Bisa dilihat pada foto pertama di bagian paling atas artikel ini, anjuran resmi dari UNFE dengan makna terselubung “daripada tentara pegang senjata, lebih baik pegang tangan sesama lelaki“.
 3. Agenda 2030
Seberapa serius Global Elites dan PBB mempromosikan LGBT? Sangat serius! LGBT adalah bagian dari Agenda 2030 yang dicanangkan PBB untuk “transformasi dunia”. Agenda 2030 mencakup tiap aspek dalam kehidupan kita. IT’S A BIG DEAL!! Tapi tak pernah dibahas oleh media-media.
Agenda 2030 menggunakan bahasa keren“Sustainable Development”. Tidak disebut LGBT, disebutnya free & equality”. Sama seperti tipuan “globalisasi”, “pasar bebas” dll. Keliatannya ideal. Padahal itu semua adalah blue print untuk memuluskan penjajahan ekonomi negara2 oleh korporasi Global Elites.Inilah yang dimaksud oleh Bung Karno dengan istilah nekolim (neo kolonialisme dan imperialisme).
 4. Bagaimana Bersikap??
Kembali ke soal LGBT di Indonesia. Dibekingi “Agenda 2030 PBB”, dan dana melimpah ruah, negara Indonesia bakal terus menerus jadi sasaran kampanye LGBT, sampai tahun 2030.
Faktanya, LGBT ini bukan melindungi hakmereka, tapi mempromosikan gaya hidup mereka.
Apakah anda ingin anak cucu Anda jadi gay, lesbian & transgender?? Apakah Anda ingin bangsa Indonesia jadi sasaran depopulasilewat perkawinan sejenis?? Semoga kita semua menjadi bangsa yang berkarakter dan berani bersikap.
Cheers,
BossDarling

Minggu, 19 Maret 2017

Cara gunakan fitur Oke Google!

Google Now atau Google Asisten merupakan 'teman ngobrol' dari Google untuk membantu pengguna Android dalam mencari atau melakukan berbagai hal. Seperti menanyakan cuaca hari ini, membuka aplikasi, mengirim pesan, mencari lokasi atau tempat wisata, meminta petunjuk jalan, menyalakan senter, Bluetooth, menterjemahkan kata, dll.

Namun dibalik penggunannya banyak yang kurang mengerti bagaimana cara mengaktifkan "Ok Google" tanpa menekan tombol mikrofon. Bahkan banyak saya lihat orang-orang setelah menekan tombol mikrofon masih mengucapkan "Ok Google". Itu karena kurang paham penggunaannya. Penerapannya seperti ini, Anda menekan tombol mikrofon sama saja Anda mengucapkan "Ok Google". Namun sebenarnya tidak masalah jika Anda masih mengucapkannya, Google akan menampilkan apa-apa saja yang dapat Google Asisten lakukan untuk Anda. Google Now sudah mendukung perintah dalam bahasa Indonesia lain halnya Google Asisten, saat ini Google Asisten sudah mendukung bahasa Indonesia namun belum bisa menerima perintah suara "Oke Google". Google Asisten dalam bahasa Indonesia bisa dimulai dengan menekan lama tombol Home.

Begini caranya aktifkan fitur Oke Google...
1. Masuklah ke aplikasi Google, pastikan pastikan Anda menggunakan Google versi yang terbaru (bukan Google dengan ikon lama). Jika Anda belum menggunakan versi terbaru silakan buka halaman Google app di Play Store dan tap Update (Perbarui).




2. Buka menu 3 garis datar di kiri atas pilih Setting (Pengaturan), maka akan tampil.

Tampilan menu Google Asisten terbaru


Untuk mengatur bahasa yang digunakan Google ketika merespon perintah suara Anda, yaitu bahasa yang akan Google Asisten ucapkan ketika menampilkan dan menjelaskan hasil perintah atau pencarian Anda. Pilih Search Language (Bahasa Penelusuran) maka tampil seperti berikut. Pada Google Asisten terbaru pengaturan ini disesuaikan dengan bahasa sistem, yaitu bahasa yang smartphone Anda gunakan saat ini pada setelan smartphone Anda.


3. Selanjutnya pilih Voice (Suara) di menu Setelan tadi. Tentukan Language (Bahasa) utama pengenalan suara Anda dengan menekan lama bahasa yang ingin Anda gunakan. Jika Anda mahir berbahasa asing lainnya, Anda dapat memilih hingga lima bahasa jika Anda ingin melakukan hal atau mencari menggunakan perintah suara dalam bahasa lain selain bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Jika Anda tidak mahir berbahasa asing gunakan saja bahasa Indonesia sebagai bahasa utama perintah suara Anda. Tekan dan tahan pada Bahasa Indonesia. Atau pilih dan tahan pada English jika Anda ingin menetapkan Bahasa Inggris sebagai bahasa utama pengenalan suara Anda.


 4. Setelah menentukan bahasa utama pengenalan suara, pilih "Ok Google" deteksi, lalu pilih From any screen (Dari layar mana pun), pada Google Asisten terbaru Say "Oke Google" any time, selanjutnya tekan Get Started (Mulai) dan mulailah merekam suara Anda dengan mengucapkan "Ok Google" sebanyak tiga kali. Di sini Anda bisa membuat tiga macam model suara Anda. Tapi lebih baik bila hanya 1 atau 2 model suara biar lebih mudah dikenali oleh Google. Pada Google Asisten terbaru (in English only) kita bisa merekam dua model kalimat, yaitu 2 model suara untuk keyword "Oke Google" dan 2 model suara untuk keyword "Hey Google".
 

Ingat "Google" tidak diucapkan dengan ejaan bahasa Indonesia 'gogél' karena tidak akan terdeteksi. Ucapkanlah dalam gaya bahasa Inggris 'gūgèl'.



Saat mengaktifkan "Ok Google," ada beberapa setelan yang mungkin perlu Anda ubah bergantung pada perangkat Anda. Berikut istilah sekaligus artinya:
  • Kapan Anda dapat mengucapkan "Ok Google":
  • Dari semua layar: Anda dapat mengucapkan "Ok Google" dari layar mana saja pada perangkat Anda, jika layar aktif atau perangkat sedang mengisi daya. Fitur ini tidak tersedia dalam semua bahasa. 
  • Selalu aktif: Anda dapat mengucapkan "Ok Google" baik layar sedang aktif atau nonaktif.
  • Apa yang terjadi jika layar terkunci:
  • Suara tepercaya: Saat mengucapkan "Ok Google" dari layar yang terkunci dan kami dapat mengenali suara tersebut, Anda dapat meminta Google melakukan berbagai hal atau mengunjungi situs tanpa perlu membuka kunci perangkat secara manual.
  • Hasil pribadi: Melihat hasil pribadi untuk penelusuran suara Anda, meskipun perangkat terkunci. 
  • Masukkan ulang model suara: Memasukkan kembali model suara Anda ke Google. Coba cara ini jika Google tidak mengenali suara Anda saat mengucapkan "Ok Google." Jika Anda tidak melihat setelan ini, pastikan setelan "Dari semua layar" atau "Selalu aktif" telah diaktifkan.
  • Hapus model suara: Menghapus model suara yang digunakan Google untuk mengenali suara Anda.

Catatan: Setelan "Dari semua layar" dapat mencegah layanan suara lainnya menggunakan perintah bangun atau kata cepat. Misalnya, jika Anda memiliki Samsung S6 dan mengaktifkan S-Voice untuk menggunakan perintah pengaktifan "Hi Galaxy," perintah tersebut mungkin tidak berfungsi jika setelan "Dari semua layar" diaktifkan.

5. Setelah mengucapkan "Ok Google" dan "Hei Google", perekaman sample suara Anda sudah di simpan, konfirmasikan dengan Finish (Selesai).



6. Sekarang Anda siap mengucapkan "Oke Google" dari layar manapun tanpa harus menekan tombol mikrofon lagi.



7. Ucapkan "Oke Google" atau "Hei Google", jika bel berbunyi ucapkan hal yang ingin Anda lakukan atau cari. Untuk mengetahui apa saja yang bisa Anda lakukan dengan Google Asisten, setelah bunyi tanda bel ucapkan lagi "Oke Google" saat perekaman dimulai. Jika setelah bel berbunyi Anda tidak berkata apa-apa atau suara Anda terlalu kecil atau sekitar Anda terlalu berisik, maka Google Asisten akan merespon dengan berkata "If you've just said something, I didn't hear what it was." (Jika Anda baru saja mengatakan sesuatu, saya tidak mendengarnya."

Note: Android KitKat 4.4 ke bawah belum mendukung perintah suara "dari layar man pun", Anda hanya bisa melakukan "Ok Google" dengan membuka aplikasi Google terlebih dahulu.

Rabu, 15 Maret 2017

Mengapa Kita Diharuskan Puasa Sebelum Operasi?

Bila Anda pernah menjalani operasi dan memerlukan tindakan anestesi, pasti dokter juga mewajibkan Anda berpuasa beberapa jam sebelum tindakan operasi.

Mengapa Kita Diharuskan Puasa Sebelum Operasi?Ilustrasi operasi

Bila Anda pernah menjalani operasi dan memerlukan tindakan anestesi, pasti dokter juga mewajibkan Anda berpuasa beberapa jam sebelum tindakan operasi. (Baca : Dibanding Jantung dan Kanker, Kesalahan Medis Lebih Sering Sebabkan Kematian Pasien)

Tidak makan atau minum 8-12 jam sebelum operasi adalah aturan yang diberikan dokter. Namun, tak banyak pasien yang tahu dengan jelas alasan tersebut. Walau anestesi umum adalah tindakan penting untuk mengontrol rasa sakit dengan cara membuat pasien tidak sadar selama pembedahan, tetapi sebenarnya ada risiko di balik anestesi.

Dokter melarang makanan atau minuman beberapa jam sebelum operasi untuk mencegah pneumonia aspirasi, infeksi paru-paru yang diakibatkan oleh terhirupnya sesuatu (makanan, cairan, atau muntah) ke dalam saluran pernapasan.

Pada mekenisme normal, sebenarnya partikel kecil yang masuk ke saluran napas akan dikeluarkan oleh tubuh. Tetapi, pada orang yang lemah, keracunan, atau dalam keadaan tidak sadar karena pengaruh obat bius, kondisi ini bisa menutup saluran napas dan menyebabkan paru terinfeksi.

Selama puluhan tahun, anjuran berpuasa selalu diberikan oleh pasien yang akan menjalani operasi. Tapi, bukti-bukti terbaru menunjukkan tindakan tersebut mungkin berlebihan. (Baca pula : Operasi Penurunan Berat Badan Berisiko Kebutaan)

Faktanya, sekitar 50 persen ahli anestesi mengatakan mereka tak membutuhkan puasa untuk operasi elektif (operasi terencana pada pasien penyakit menahun). Walau begitu, makanan padat sebaiknya tidak diberikan malam hari sebelum operasi. Cairan bening seperti air putih atau jus, dianggap aman untuk diminum paling tidak 4 jam sebelum operasi.
(Lusia Kus Anna / Medical Daily via Kompas.com)

Kamis, 09 Maret 2017

Menghitung Tagihan KartuHALO

KartuHALO adalah salah satu kartu berbasis pascabayar. Dimana kita pakai dulu baru dibayar tiap bulannya. KartuHALO juga menawarkan berbagai paket menarik yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Ada HALOBebas Abonemen, HALO Hybrid, HALO Fit My Plan, Halo Kick, dll.
Saat ini saya sedang memakai HaloKick 150.
Sebelumnya saya memakai Halo Fit My Plan P2, dimana saya terus kekurangan kuota data. Dan saya sering kelebihan pemakaian. Bahkan tagihan saya kadang sampai hampir IDR 400k. Lalu saya ingin cari tahu bagaimana menghitung tagihan KartuHALO saya yang begitu WOW bagi saya. Saya coba lihat e-statement billing saya, dan saya coba mulai menghitung.
Just for You

Well, this is how to count your bill.
Anda perlu hal-hal berikut ini:
1. Biaya paket bulanan yang Anda pilih.
2. Biaya pemakaian sementara/kelebihan pemakaian.
3. Biaya kuota ekstra yang Anda beli.
4. PPH 10% (total poin 1, 2, dan 3 dikali 10%)
5. Biaya materai (jika tagihan bulan sebelumnya >IDR 250k)

Contoh:
Saat ini saya memakai Paket Halo Kick150, yang artinya paket itu seharga Rp.150,000. Paket itu sudah termasuk Telepon 200 menit (on-net), 300 SMS (on-net), 32GB (4GB reguler, 12GB 4G, 16GB Konten*).
Kemudian pemakaian saya diluar paket (pemakaian sementara) sebesar Rp. 27,150 (diluar pembelian EKSTRA KUOTA/NELPON/SMS—saya misalkan membeli ekstra kuota data senilai Rp. 50,000**).
Biaya materai Rp. 3,000***.

Maka penghitungannya seperti ini:
1. Harga paket Rp.150,000
2. Pemakaian sementara Rp. 27,150
3. Paket Ekstra Kuota** Rp. 50,000
4. PPH 10% ((150,000+27,150+50,000)×10%) = Rp. 22,715
5. Biaya Materai Rp. 3,000 (karena tagihan saya bulan sebelumnya >Rp. 250,000

Jadi, Rp. 150,000 + Rp. 27,150 + Rp. 50,000 + 22,715 + Rp. 3,000 =  Rp. 252,865

Dari penghitungan itu tagihan saya adalah sebesar Rp. 252,865.

Bila Anda tidak (pernah) membeli Paket Ekstra (Data/Nelpon/SMS) maka tidak usah menghitung harga paket itu.

Nah, gimana cara menghitungnya simple, kan? Kalau bingung silakan bertanya di kolom komentar.

*) Konten artinya kuota itu hanya dapat digunakan untuk layanan MusicMAX (Aplikasi Sing! Karaoke by Smule dan LangitMusik) dan VideoMAX (HOOQ dan VIU)
**) Paket Ekstra (data/telepon/SMS), ketika membeli paket ini tidak akan tercatat di pemakaian sementara, tapi Anda harus mengingatnya. Untuk mengetahuinya silakan cek melalui web my.telkomsel.com atau aplikasi MyTelkomsel

Unduh MyTelkomsel di:

***) Biaya Materai dikenakan untuk tagihan bulan sebelumnya, dalam hal ini materai tidak dikenakan bila tagihan kurang dari IDR 250k. Jika pemakaian di antara IDR 250k–IDR 1,000k maka dikenakan materai 3,000 dan jika pemakaian lebih dari IDR 1,000k maka akan dikenakan materai 6,000.

Dian Lolo

tagged a photo of